Presiden.co.id – 09 Mei 2026 | Philadelphia 76ers kini menghadapi jurang kehancuran di playoff NBA Wilayah Timur, tertinggal 0-3 dari New York Knicks. Kekalahan 108-94 di kandang sendiri dalam Game 3 semakin memperkecil harapan mereka untuk membalikkan keadaan dan menghindari sapu bersih.
Sempat memiliki keyakinan untuk menantang tim kuat New York dalam tujuh pertandingan, 76ers kini harus mencari cara untuk bangkit dari defisit yang memalukan. Perjalanan mereka di seri semifinal ini, yang dimulai dengan optimisme pasca mengalahkan Boston Celtics, kini berubah menjadi mimpi buruk. Kekalahan telak di Game 1, kekalahan tipis namun inferior di Game 2, dan performa terbaik yang tampaknya telah dikeluarkan di Game 3, namun tetap tak mampu membendung momentum Knicks.
Pelatih 76ers, Nick Nurse, menyadari situasi genting yang dihadapi timnya. “Kami berada dalam situasi di mana kami harus keluar dan memenangkan pertandingan berikutnya dan melihat apa yang terjadi,” ujar Nurse. “Jika kami bisa menang satu, menjadi 3-1, sebuah seri bisa berubah dengan cepat. Namun, kami harus berjuang lebih keras dan melakukan beberapa hal dengan lebih baik. Kami memulai pertandingan malam ini dengan baik, tetapi kami memiliki periode buruk dalam rebound defensif dan membiarkan mereka melakukan drive langsung ke ring. Kami tidak mencetak angka yang cukup dan tidak menjaga papan skor terus bergerak.”
Baca Juga
Salah satu kunci keberhasilan Knicks dalam seri ini adalah kemampuan mereka meredam Tyrese Maxey. Strategi double-teaming pada setiap ball screen yang ditujukan untuk Maxey terbukti efektif, dan 76ers kesulitan menemukan solusi dengan menciptakan tembakan terbuka. Di sisi lain, kondisi fisik Joel Embiid menjadi sorotan. Meskipun bermain di Game 3 setelah absen di Game 2 karena cedera pergelangan kaki dan pinggul, Embiid terlihat tidak dalam kondisi prima dan kesulitan bergerak secara defensif. Knicks memanfaatkan hal ini dengan memaksanya menjaga pemain di area yang lebih luas, sehingga memudahkan mereka mencetak poin.
Di Game 3, Jalen Brunson menjadi bintang bagi Knicks dengan mencetak 33 poin dan 9 assist. Mikal Bridges juga tampil gemilang dengan 23 poin, mengisi kekosongan yang ditinggalkan OG Anunoby yang cedera hamstring. Meskipun seluruh starting lineup 76ers mencetak angka dua digit, dengan Kelly Oubre memimpin dengan 22 poin, bench player Knicks tampil lebih superior, termasuk kontribusi 15 poin dari mantan pemain Sixers, Landry Shamet.
Kelemahan fundamental 76ers yang terus dieksploitasi oleh Knicks adalah masalah rebounding defensif, yang telah menjadi masalah sepanjang musim. Meskipun mereka sempat memperbaikinya di beberapa momen saat melawan Celtics yang memiliki postur lebih kecil, kelemahan ini terekspos jelas melawan Knicks. Knicks unggul telak dalam rebound, menghasilkan poin-poin dari kesempatan kedua yang terus menerus, dan mampu membangkitkan semangat penonton tuan rumah yang memadati Xfinity Mobile Arena.
Joel Embiid sendiri menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan wasit dalam Game 3. Perbedaan signifikan dalam jumlah lemparan bebas menjadi salah satu faktor kekalahan. Knicks tercatat melakukan 21 pelanggaran dan berhasil mengeksekusi 23 dari 32 lemparan bebas, sementara 76ers melakukan 25 pelanggaran namun hanya mampu mencetak 13 dari 16 lemparan bebas. Selain itu, Knicks juga mendominasi rebound (49-33) dan memiliki persentase tembakan yang lebih baik (50% berbanding 43%).
Kini, 76ers dihadapkan pada tugas yang sangat berat: memenangkan empat pertandingan berturut-turut melawan tim yang sedang dalam momentum puncak. Kesempatan untuk bangkit dan menghindari sapu bersih akan diuji pada pertandingan berikutnya di kandang Knicks. Kegagalan untuk menemukan kembali performa terbaik mereka bisa berarti akhir dari musim yang penuh gejolak dan memaksa mereka melakukan evaluasi besar-besaran di luar musim.




