Presiden.co.id – 10 Mei 2026 | Film bersejarah yang dibintangi Riteish Deshmukh, ‘Raja Shivaji’, terus mencetak prestasi gemilang di kancah perfilman Marathi. Memasuki pekan kedua penayangannya, film ini berhasil melampaui angka pendapatan kotor 67 miliar rupiah di India, menempatkannya sebagai film Marathi terlaris kedua sepanjang masa.
Pada hari kesembilan penayangannya, Sabtu (hari ke-9), ‘Raja Shivaji’ mencatatkan lonjakan pendapatan yang mengesankan, melebihi 55% dibandingkan hari sebelumnya. Data awal menunjukkan film ini meraup lebih dari 5 miliar rupiah pada hari itu saja, memperkuat posisinya di puncak tangga box office.
Setelah sempat kehilangan sejumlah layar dan jadwal tayang di awal pekan kedua, film ini menunjukkan performa yang luar biasa di akhir pekan. Tingkat okupansi yang solid sepanjang hari, mulai dari 23% pada pertunjukan pagi, melonjak menjadi 40% pada siang hari, dan mencapai 46% pada malam hari, bahkan diprediksi melebihi 50% pada pertunjukan larut malam. Pertumbuhan ini menunjukkan antusiasme penonton yang masih tinggi terhadap kisah epik Raja Shivaji.
Baca Juga
Secara keseluruhan, ‘Raja Shivaji’ telah mengumpulkan pendapatan bersih sekitar 67-67,2 miliar rupiah di pasar domestik India. Angka ini setara dengan pendapatan kotor sekitar 79,06-79,29 miliar rupiah. Dengan pencapaian ini, ‘Raja Shivaji’ berhasil menyalip film-film pendahulunya dan menduduki posisi ketiga sebagai film Marathi dengan pendapatan tertinggi.
Film ini kini hanya berjarak sekitar 9 miliar rupiah untuk menggeser ‘Baipan Bhari Deva’ yang memegang rekor film Marathi terlaris kedua dengan 76,28 miliar rupiah. Para analis memprediksi ‘Raja Shivaji’ akan mampu meraih posisi tersebut dalam waktu 2-3 hari ke depan, mengingat momentum positif yang terus terjaga.
Pencapaian ‘Raja Shivaji’ tidak hanya menjadi kebanggaan bagi industri perfilman Marathi, tetapi juga menunjukkan daya tarik kuat dari kisah-kisah sejarah yang diangkat dengan kualitas produksi yang baik. Keberhasilan ini membuka peluang lebih besar bagi film-film Marathi untuk bersaing di pasar perfilman India yang lebih luas.
Di sisi lain, dunia olahraga profesional juga mencatat statistik menarik terkait performa tim unggulan. Sejak tahun 2000, tim-tim yang mengakhiri musim reguler sebagai unggulan nomor satu secara keseluruhan di NBA tidak selalu berhasil melaju hingga babak final. Contohnya, Milwaukee Bucks pada musim 2019-2020, meskipun memegang rekor kemenangan terbanyak, harus tersingkir sebelum mencapai Final NBA. Tren ini menunjukkan bahwa dominasi di musim reguler tidak menjamin kesuksesan di babak playoff yang penuh tekanan.
Sementara itu, di ranah keamanan, aparat kepolisian dan militer di Kano, Nigeria, berhasil melakukan operasi penangkapan dan pemulihan aset yang signifikan. Dalam sebuah operasi gabungan yang didasarkan pada intelijen akurat, tim keamanan berhasil mengamankan 67 ekor sapi, satu ekor keledai, dan satu ekor domba yang diduga dicuri oleh kelompok kriminal di wilayah Gwarzo. Operasi ini merupakan respons cepat terhadap laporan adanya serangan terhadap beberapa desa di sekitar perbatasan Kano-Katsina. Setelah terlibat baku tembak singkat dengan para pelaku, tim gabungan berhasil menguasai situasi dan memulihkan ternak curian tersebut. Ternak yang berhasil diselamatkan kemudian diserahkan kembali kepada pemiliknya yang sah setelah melalui proses identifikasi dan verifikasi yang teliti. Pihak berwenang menegaskan bahwa upaya untuk menangkap pelaku yang melarikan diri terus dilakukan, dan operasi pengawasan di wilayah tersebut ditingkatkan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.



