Presiden.co.id, 11 Mei 2026 –Ciudad de México – Cruz Azul berhasil mengamankan satu tempat di semifinal Liga MX usai mengalahkan Atlas dengan agregat 4-2 dalam pertandingan perempat final Clausura 2026. Kemenangan ini disambut suka cita oleh publik tuan rumah, namun menyisakan kekecewaan mendalam bagi tim tamu, terutama terkait kontroversi keputusan wasit.
Pada leg kedua yang digelar di Estadio Banorte, Cruz Azul yang hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos, tampil dominan di hadapan pendukungnya. Kemenangan 3-2 di leg pertama di Estadio Jalisco menjadi modal berharga bagi ‘La Máquina Celeste’. Dalam pertandingan leg kedua, Cruz Azul kembali menunjukkan performa menyerang yang solid, yang menjadi ciri khas mereka di bawah asisten pelatih interim, Joel Huiqui. Kehadiran Huiqui pasca kepergian Nicolás Larcamón terbukti membawa angin segar, dengan dua kemenangan beruntun yang mengembalikan kepercayaan diri tim.
Serangan yang dipimpin oleh Christian Eberé, José Paradela, dan Carlos Rotondi terbukti efektif dalam membongkar pertahanan Atlas. Eberé kembali mencatatkan namanya di papan skor, melengkapi keunggulan agregat timnya. Formasi yang diturunkan Cruz Azul, meliputi Kevin Mier di bawah mistar, barisan pertahanan Jorge Rodarte, Amaury García, Willer Ditta, dan Omar Campos, serta lini tengah yang diisi Gonzalo Piovi, Carlos Rodríguez, dan Agustín Palavecino, serta trio penyerang Rotondi, Paradela, dan Ebere, menunjukkan kesiapan mereka menghadapi tekanan.
Baca Juga
Di kubu Atlas, harapan untuk membalikkan keadaan pupus. Tim berjuluk ‘Los Zorros’ ini membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol untuk bisa melaju ke semifinal. Pelatih Diego Martín Cocca telah menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain agresif sejak awal, namun upaya mereka belum membuahkan hasil yang cukup. Tim Atlas yang diperkuat Camilo Vargas, Gustavo Ferrareis, Manuel Capasso, Rodrigo Schlegel, Jorge Rodríguez di lini belakang, serta Aldo Rocha, Edgar Zaldívar, dan Paulo Ramírez di lini tengah, dengan dukungan Sergio Hernández, Diego González, dan Eduardo Aguirre di lini depan, harus mengakui keunggulan Cruz Azul.
Pertandingan ini juga diwarnai kontroversi terkait kepemimpinan wasit Katia Itzel García. Pelatih Atlas, Diego Cocca, secara terbuka mengkritik beberapa keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya. Salah satu momen krusial yang dipermasalahkan adalah tidak adanya hadiah penalti untuk Atlas pada babak pertama, ketika bola mengenai tangan pemain Cruz Azul, Omar Campos, di dalam kotak terlarang. Cocca mempertanyakan konsistensi penerapan aturan, terutama terkait posisi tangan yang dianggap natural.
“Saya tidak mengerti konsepnya. Dulu semua tangan di kotak penalti adalah penalti, sekarang tidak lagi, katanya posisi alami. Saya tidak mengerti, tapi ya sudahlah, itu terjadi,” ujar Cocca dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut sangat merugikan timnya yang kesulitan menciptakan peluang gol.
Selain insiden penalti yang terlewat, kritik juga dilayangkan terhadap keputusan wasit yang tidak memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada Atlas. Momen tersebut terjadi ketika seorang pemain Cruz Azul secara sengaja mengoper bola kembali ke kipernya, yang kemudian ditangkap dengan tangan. Hal ini dinilai sebagai pelanggaran mendasar yang seharusnya berujung pada tendangan bebas tidak langsung. Mantan wasit seperti Fernando Guerrero dan Francisco Chacón turut menyuarakan keprihatinan atas kesalahan mendasar ini, terutama mengingat Katia García dijadwalkan akan memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.
Kekecewaan Diego Cocca tidak hanya sebatas pada keputusan wasit. Ia juga memberikan sinyal ketidakpastian mengenai masa depannya bersama Atlas. Ketika ditanya mengenai persiapan tim untuk Apertura 2026, Cocca menyatakan bahwa kelanjutan kariernya di klub tidak bergantung padanya. “Sejujurnya saya tidak tahu (apa yang akan terjadi selanjutnya) karena keputusan itu tidak bergantung pada saya,” ungkapnya.
Secara statistik, rekor pertemuan kedua tim sedikit berpihak pada Cruz Azul. Dalam 16 pertemuan terakhir, ‘La Máquina Celeste’ meraih tujuh kemenangan, sementara Atlas menang tiga kali dan enam pertandingan berakhir imbang. Hasil ini menegaskan dominasi Cruz Azul dalam duel kali ini dan memastikan mereka melangkah lebih jauh dalam perburuan gelar.
Poin Penting Pertandingan Cruz Azul vs Atlas:
- Siapa yang bertanding? Cruz Azul melawan Atlas.
- Kapan dan di mana? Pertandingan leg kedua perempat final Liga MX Clausura 2026 digelar di Estadio Banorte, Ciudad de México.
- Apa hasilnya? Cruz Azul menang dengan agregat 4-2, melaju ke semifinal.
- Mengapa ini penting? Kemenangan ini membawa Cruz Azul selangkah lebih dekat ke gelar juara, sementara Atlas harus tersingkir di tengah kontroversi keputusan wasit yang memicu kritik dari pelatih dan pakar.
- Bagaimana jalannya pertandingan? Cruz Azul unggul 3-2 di leg pertama. Di leg kedua, mereka bermain solid dan mengamankan hasil imbang atau kemenangan tipis untuk lolos, sementara Atlas membutuhkan keajaiban untuk membalikkan keadaan.
Dengan kelolosan ini, Cruz Azul akan menghadapi tantangan baru di semifinal, sementara Atlas harus merenungkan hasil dan keputusan yang mewarnai eliminasi mereka.




