Presiden.co.id – 21 Juni 2026 | Trump Issues Fresh Iran Threat as US-Iran Talks Enter Critical Phase, perundingan antara AS dan Iran saat ini memasuki fase kritis. Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap Iran, menyatakan bahwa AS akan melakukan serangan militer jika Iran tidak menghentikan kegiatan proxy-nya di Lebanon.
Latar Belakang Perundingan
Perundingan antara AS dan Iran dimulai pada hari Minggu di resor Bürgenstock, Swiss, dengan Wakil Presiden AS JD Vance memimpin delegasi AS. Perundingan ini bertujuan untuk mengimplementasikan memorandum 14 poin yang ditandatangani oleh Presiden Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni. Memorandum tersebut menetapkan gencatan senjata selama 60 hari untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari dan membuka kembali Selat Hormuz.
Perkembangan Perundingan
Perundingan hampir gagal pada awalnya karena Iran menangguhkan perundingan pada hari Jumat atas serangan Israel di Lebanon, namun kemudian setuju untuk bertemu pada hari Minggu. Vance mengharapkan perundingan hanya akan berlangsung beberapa hari. AS ingin Iran segera menghentikan program nuklirnya, sementara Iran ingin agar perang di Lebanon dihentikan terlebih dahulu. Iran juga mencari bantuan ekonomi, termasuk pengangkatan sanksi dan pembukaan blokir aset.
Baca Juga
Ancaman Trump
Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap Iran, menyatakan bahwa AS akan melakukan serangan militer jika Iran tidak menghentikan kegiatan proxy-nya di Lebanon. Trump menyatakan dalam postingan di media sosial, "Iran harus segera menghentikan proxy-nya yang dibayar tinggi di Lebanon dari menyebabkan masalah. Jika mereka tidak, kita akan menyerang Iran sangat keras, seperti yang kita lakukan minggu lalu, hanya lebih keras!!!"
Dampak terhadap Ekonomi
Perundingan antara AS dan Iran juga memiliki dampak terhadap ekonomi. Selat Hormuz adalah salah satu jalur minyak terpenting di dunia, dengan sekitar 20 juta barel minyak yang melintasinya setiap hari. Iran telah menutup selat tersebut sebagai respons atas serangan Israel, namun AS menyatakan bahwa 55 tanker masih melintasi selat tersebut pada hari Sabtu, membawa lebih dari 17 juta barel minyak. Harga minyak dunia telah turun tajam setelah perundingan dimulai, dengan harga minyak Brent mencapai sekitar $78 per barel dan harga gas AS mencapai $3,99 per galon, yang merupakan level terendah sejak Maret.
Kesimpulan
Trump Issues Fresh Iran Threat as US-Iran Talks Enter Critical Phase, perundingan antara AS dan Iran saat ini memasuki fase kritis. AS ingin Iran segera menghentikan program nuklirnya, sementara Iran ingin agar perang di Lebanon dihentikan terlebih dahulu. Ancaman Trump terhadap Iran menambah ketegangan dalam perundingan, namun masih ada harapan bahwa perundingan dapat membawa hasil yang positif. Trump Issues Fresh Iran Threat as US-Iran Talks Enter Critical Phase, dan kita harus terus memantau perkembangan perundingan ini.




