Saham Grup Prajogo Pangestu Ambruk Setelah Dicoret MSCI

Author Image

Terbit

14 Mei 2026, 13:16 WIB

Saham Grup Prajogo Pangestu Ambruk Setelah Dicoret MSCI
Saham Grup Prajogo Pangestu Ambruk Setelah Dicoret MSCI

Presiden.co.id, 14 Mei 2026 –Saham milik konglomerat Prajogo Pangestu kompak melemah pada penutupan perdagangan Rabu (13/5). Koreksi tersebut terjadi menyusul pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan tiga saham milik konglomerat Prajogo Pangestu. Ketiga emiten tersebut adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Saham-saham ini tercatat melemah dalam bahkan sejak pembukaan perdagangan. TPIA menjadi saham Prajogo dengan koreksi terdalam yakni sebesar 14,85% ke harga Rp 4.300 per saham. Kemudian CUAN melemah hingga 10,05% ke harga Rp 850 per saham. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Sementara BREN, tercatat melemah 11,36% ke harga Rp 3.200 per saham di awal pembukaan perdagangan.

Tak hanya tiga saham tersebut, saham Prajogo lainnya juga tercatat mengalami nasib serupa. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) misalnya, tercatat melemah hingga 4,72% ke harga Rp 1.010 per saham. Kemudian PT Petrosea Tbk (PTRO) juga melemah 6,51% ke harga Rp 5.025 per saham. Terakhir, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 8,77% ke harga Rp 2.080 per saham.

MSCI mengeluarkan sejumlah saham blue chip asal Indonesia dari MSCI Global Standard Index. Terdapat enam perusahaan yang dikeluarkan dalam indeks tersebut, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), hingga PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Secara total, MSCI mengeluarkan sebanyak 18 saham Indonesia.

Beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang kejadian ini adalah:

  • Apa yang menyebabkan saham-saham milik Prajogo Pangestu melemah?
  • Siapa saja perusahaan yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index?
  • Kapan perubahan komposisi indeks akan mulai berlaku efektif?
  • Apa dampak dari pengeluaran saham-saham ini terhadap pasar modal Indonesia?

Perubahan komposisi indeks ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan 29 Mei mendatang.

Kesimpulan dari kejadian ini adalah bahwa pengeluaran saham-saham milik Prajogo Pangestu dari MSCI Global Standard Index memiliki dampak yang signifikan terhadap harga saham mereka. Perubahan ini juga menunjukkan bahwa MSCI terus memantau kinerja perusahaan-perusahaan yang terdaftar di indeks mereka dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan bahwa indeks mereka tetap akurat dan relevan.

Related Post

Terbaru