Robinhood Meluncurkan Layanan AI untuk Perdagangan Crypto di AS

Author Image

Terbit

11 Juli 2026, 21:10 WIB

Robinhood Meluncurkan Layanan AI untuk Perdagangan Crypto di AS
Robinhood Meluncurkan Layanan AI untuk Perdagangan Crypto di AS

Robinhood Plans to Let AI Agents Trade Crypto for US Customers

Presiden.co.id – 11 Juli 2026 | Robinhood Plans to Let AI Agents Trade Crypto for US Customers merupakan berita terbaru yang memungkinkan pelanggan AS untuk menghubungkan agen kecerdasan buatan (AI) ke akun khusus dan melakukan perdagangan crypto atas nama mereka. Broker ini mengumumkan ekspansi ini selama presentasi terbaru, menambahkan crypto ke produk yang pertama kali dibuka untuk ekuitas pada bulan Mei.

Agentic Trading Memasuki Dunia Crypto

Robinhood meluncurkan Agentic Trading pada 27 Mei, awalnya dalam versi beta dengan dukungan hanya untuk ekuitas. Pada saat itu, perusahaan menyatakan bahwa crypto, kontrak acara, dan futures akan menyusul. Pengumuman terbaru ini memastikan bahwa crypto akan menjadi yang berikutnya. Agen yang terhubung akan menawarkan pelacakan laba dan rugi waktu nyata dan notifikasi push yang sama seperti yang sudah dibangun ke dalam produk ekuitas.

Fitur dan Keamanan

Pelanggan membuka akun terpisah dan mendanai langsung. Agen hanya mengakses dana tersebut, dan pengguna dapat memutuskan sambungan kapan saja. Agen terhubung melalui server Model Context Protocol Robinhood. Permintaan awal telah meningkat tajam. Lebih dari 70.000 akun agentic telah dibuka dalam beberapa minggu pertama, seperti yang diungkapkan oleh eksekutif Robinhood dalam presentasi.

Reaksi Regulator dan Pesaing

Robinhood tidak sendirian dalam meluncurkan layanan ini. Coinbase memperkenalkan Coinbase untuk Agen pada bulan Juni, memungkinkan pengguna menghubungkan agen untuk menangani perdagangan, pembayaran, dan tugas otomatis. Agen kecerdasan buatan juga telah mencapai saham token melalui Virtuals. Adopsi cepat ini telah menarik perhatian. Pada bulan Juni, Demokrat Komite Jasa Keuangan Rumah mengirim 13 pertanyaan tentang perdagangan agentic ke SEC, dengan batas waktu jawaban 31 Juli.

Wakil Bill Foster dan Brad Sherman memperingatkan bahwa agen yang dilatih pada data yang sama dapat menggembalakan dan memperkuat volatilitas pasar. Mereka juga mempertanyakan tanggung jawab broker-dealer dan pengembang. Dengan demikian, Robinhood Plans to Let AI Agents Trade Crypto for US Customers menjadi topik hangat dalam industri keuangan dan teknologi.

Kesimpulan

Robinhood Plans to Let AI Agents Trade Crypto for US Customers membuka peluang baru bagi investor ritel untuk menggunakan kecerdasan buatan dalam perdagangan crypto. Dengan ekspansi ini, Robinhood memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam industri perdagangan online. Namun, perlu diingat bahwa adopsi teknologi baru ini juga memerlukan pengawasan yang ketat dari regulator untuk memastikan keamanan dan integritas pasar.

Related Post

Terbaru