Di antara riuh rendah kehidupan kota kembang, Ryan Pantar menemukan bisikan inspirasi. Perjalanan puitisnya dimulai dari layar monitor yang berpendar, sekadar hobi menuang aksara di ranah blog, hingga pada akhirnya, dari secangkir kopi manual brew yang ia racik sendiri, ia menyelami denyut nadi gaya hidup urban. Sejak 2017, alunan kata-katanya mengalir, menguak makna dalam setiap sudut pandang, bagai penikmat kopi yang meresapi setiap tetes kehidupannya.