One Constitutional Clause Lets Trump Ignore the US Senate on Sam Bankman-Fried
Presiden.co.id – 16 Juli 2026 | Baru-baru ini, Senat AS telah meloloskan sebuah resolusi yang menentang clemency untuk Sam Bankman-Fried, mantan CEO FTX. Namun, pertanyaan yang timbul adalah apakah suara Senat tersebut dapat menghentikan presiden dari memberikan pengampunan jika dia memutuskan untuk melakukannya? Jawabannya terletak pada One Constitutional Clause Lets Trump Ignore the US Senate on Sam Bankman-Fried, yang memberikan presiden otoritas hampir total untuk memberikan pengampunan.
Resolusi Senat
Senat telah meloloskan resolusi S. Res. 772 dengan persetujuan bulat, yang menyatakan bahwa Sam Bankman-Fried tidak boleh menerima pengampunan atau pembebasan hukuman. Resolusi ini diajukan oleh Senator Cynthia Lummis dan Ruben Gallego, yang merupakan anggota teratas Subkomite Perbankan Senat untuk Aset Digital.
Menurut Lummis, One Constitutional Clause Lets Trump Ignore the US Senate on Sam Bankman-Fried memberikan presiden otoritas untuk memberikan pengampunan tanpa campur tangan Kongres. Hal ini didukung oleh putusan Mahkamah Agung dalam kasus Ex parte Garland, yang menyatakan bahwa Kongres tidak dapat membatasi efek pengampunan presiden atau mengecualikan kelas tertentu pelanggar dari pengampunan.
Baca Juga
Petisi Pembebasan Hukuman
Sam Bankman-Fried telah mengajukan petisi pembebasan hukuman kepada Departemen Kehakiman, yang masih dalam proses. Petisi tersebut meminta pengampunan setelah menyelesaikan hukuman, yang masih dalam proses.
Kesimpulan
Dalam kasus One Constitutional Clause Lets Trump Ignore the US Senate on Sam Bankman-Fried, suara Senat tidak dapat menghentikan presiden dari memberikan pengampunan jika dia memutuskan untuk melakukannya. Presiden Donald Trump telah menunjukkan sedikit indikasi bahwa dia berencana untuk memberikan pengampunan kepada Sam Bankman-Fried, tetapi keputusan akhir masih bergantung pada keputusan White House. One Constitutional Clause Lets Trump Ignore the US Senate on Sam Bankman-Fried memberikan presiden otoritas hampir total untuk memberikan pengampunan, dan suara Senat hanya dapat menambahkan tekanan politik tanpa memberikan bobot hukum.




