Telegram Founder Pavel Durov Akhirnya Membuka Suara tentang Tuduhan Rusia

Author Image

Terbit

31 Juli 2026, 01:28 WIB

Telegram Founder Pavel Durov Akhirnya Membuka Suara tentang Tuduhan Rusia
Telegram Founder Pavel Durov Akhirnya Membuka Suara tentang Tuduhan Rusia

Presiden.co.id – 31 Juli 2026 | Telegram Founder Pavel Durov Finally Breaks Silence on Russia Charges telah menjadi topik hangat belakangan ini. Pavel Durov, pendiri aplikasi perpesanan Telegram, akhirnya membuka suara tentang tuduhan Rusia yang menuduhnya sebagai teroris. Durov menyangkal tuduhan tersebut dan menuduh Moskow melakukan balas dendam karena menolak tuntutan pengawasan massal dan sensor pada aplikasi Telegram.

Latar Belakang

Rosfinmonitoring, layanan pengawasan keuangan Rusia, telah menambahkan Durov ke dalam daftar teroris dan ekstremis pada hari Kamis. Keputusan ini diambil setelah layanan keamanan federal Rusia (FSB) membuka kasus kriminal terhadap Durov. Durov tidak membantah tuduhan tersebut secara langsung, melainkan memposting pernyataan singkat di saluran Telegram-nya, diikuti dengan gambar dua panel.

Tanggapan Durov

Durov menulis bahwa Rusia telah menetapkannya sebagai teroris karena menolak tuntutan pengawasan massal dan sensor pada Telegram. Menurut hukum Rusia, Durov dilarang untuk menerbitkan informasi di internet. Durov juga membagikan gambar yang menunjukkan dirinya sendiri dengan label teroris, serta perwakilan Taliban yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dengan label mitra yang dihormati.

Dampak Tuduhan

Tuduhan terhadap Durov telah membuatnya masuk ke dalam daftar pencarian internasional dan menghadapi hukuman penjara seumur hidup. Namun, Durov saat ini tinggal di Dubai dan memegang kewarganegaraan Perancis dan UAE, sehingga penangkapan hanya dapat dilakukan dengan kerja sama dari pihak berwenang setempat. Tuduhan ini juga tidak berdampak signifikan pada harga token GRAM, yang terkait dengan Telegram, karena harga token tersebut hanya naik 1,7% dalam 24 jam.

Telegram Founder Pavel Durov Finally Breaks Silence on Russia Charges telah menimbulkan banyak perdebatan dan pertanyaan tentang motivasi di balik tuduhan tersebut. Durov sendiri telah menegaskan bahwa tuduhan tersebut hanya merupakan upaya untuk mempengaruhi kebebasan berekspresi dan keamanan pengguna Telegram. Dengan demikian, kasus ini akan terus dipantau dan diikuti oleh masyarakat dan pengguna teknologi di seluruh dunia.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa Telegram Founder Pavel Durov Finally Breaks Silence on Russia Charges telah menunjukkan bahwa perjuangan untuk kebebasan berekspresi dan keamanan pengguna masih terus berlangsung. Durov telah membuka suara tentang tuduhan Rusia dan menegaskan bahwa tuduhan tersebut hanya merupakan upaya untuk mempengaruhi kebebasan berekspresi dan keamanan pengguna Telegram. Dengan demikian, kasus ini akan terus dipantau dan diikuti oleh masyarakat dan pengguna teknologi di seluruh dunia.

Related Post

Terbaru