Keletina Kaylan, aktivis kampus dulu, kini lebih sering mengamati KO di atas ring daripada orasi di depan massa. Sejak 2012, ia mewarnai jagat tulis dengan caranya sendiri, terinspirasi dari kelezatan rendang hingga sambal matah. Di sela-sela mengolah kata, jemarinya tak jauh dari buku resep Nusantara atau siaran pertandingan tinju favoritnya.