Presiden.co.id, 12 Mei 2026 –Kekecewaan mendalam menyelimuti kubu Burgos CF setelah pertandingan melawan UD Almería. Klub berjuluk ‘Los Blanquinegros’ ini secara terbuka menyuarakan protes keras atas keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya, terutama terkait insiden yang terjadi di dalam kotak penalti.
Tak lama setelah peluit panjang dibunyikan, Burgos CF mengeluarkan pernyataan resmi yang mengungkapkan ‘keprihatinan mendalam dan kemarahan atas kinerja perwasitan yang dialami’. Klub berharap adanya ‘kesetaraan, tanpa perlakuan yang menguntungkan, dan kriteria yang sama dalam setiap keputusan wasit’.
Presiden Burgos CF, Marcelo Figoli, turut angkat bicara melalui media sosial. Ia menyatakan bahwa timnya merasa ‘sangat dirugikan’, namun tetap optimis menatap tiga pertandingan sisa musim ini. “Kami selalu bersikap sangat hormat hingga saat ini. Saya rasa kita tidak bisa bermain-main dengan kerja keras dan harapan banyak orang,” ujar Figoli dalam salah satu unggahannya, sembari menambahkan, “Kami sangat dirugikan, namun antusiasme tetap utuh.” Ia juga mengutip target 72 poin yang ingin dicapai timnya.
Baca Juga
Manajer Burgos CF, Alex Ramis, seusai pertandingan juga melontarkan keluhannya. “Sepanjang musim ini, tidak ada satu pun situasi yang menguntungkan kami. Saya khawatir, saya sudah mengatakannya sejak lama,” ungkap Ramis.
Inti dari kekecewaan Burgos CF terletak pada keputusan wasit yang tidak menganggap insiden bola mengenai tangan bek Italia, Bonini, di dalam kotak penalti sebagai pelanggaran. Meskipun Video Assistant Referee (VAR) telah memanggil wasit Lax Franco untuk meninjau kembali tayangan, keputusan akhir tetap tidak mengubah pandangan sang pengadil lapangan.
Meski diliputi rasa kecewa, Burgos CF bertekad untuk segera melupakan insiden tersebut dan fokus pada sisa pertandingan. Tim masih memiliki peluang untuk lolos ke babak promosi playoff. Saat ini, Burgos tertinggal dua poin dari Castellón yang menduduki peringkat keenam klasemen, dengan hanya tiga pertandingan tersisa.
Untuk mewujudkan ambisi promosi, Burgos harus meraih hasil maksimal dalam laga-laga mendatang. Tim akan menghadapi dua pertandingan tandang berturut-turut melawan Granada dan Cultural Leonesa, sebelum menutup musim reguler di kandang sendiri, El Plantío, melawan Andorra.
Dalam upaya mendukung penuh tim, klub telah menyediakan hampir 600 tiket bagi para penggemarnya untuk laga tandang ke Granada. Selain itu, Burgos CF juga memberikan subsidi sebesar 60% untuk biaya transportasi bus bagi para pendukung yang ingin bertandang ke Stadion Nuevo Los Cármenes. Kombinasi tiket dan biaya perjalanan dibanderol seharga 50 euro, sebuah inisiatif yang diharapkan dapat kembali mendatangkan dukungan masif bagi tim.
Pertandingan antara Burgos dan Almería menjadi sorotan karena kontroversi perwasitan yang dapat memengaruhi nasib kedua tim di papan klasemen. Fokus kini beralih pada bagaimana Burgos CF akan bangkit dari kekecewaan dan memaksimalkan tiga laga pamungkas untuk mengamankan tiket promosi.
Ringkasan 5W+1H:
- What (Apa): Burgos CF melayangkan protes keras atas keputusan wasit yang dianggap merugikan tim saat melawan UD Almería, khususnya terkait insiden handball yang tidak dianggap penalti.
- Who (Siapa): Burgos CF, Presiden Burgos CF Marcelo Figoli, Manajer Alex Ramis, wasit Lax Franco, dan pemain Bonini.
- When (Kapan): Segera setelah pertandingan melawan UD Almería usai.
- Where (Di mana): Pertandingan berlangsung di kandang Almería, namun protes dilakukan secara resmi oleh klub dan melalui media sosial.
- Why (Mengapa): Klub merasa dirugikan oleh keputusan wasit yang dinilai tidak konsisten dan tidak adil, yang berpotensi memengaruhi peluang mereka untuk promosi.
- How (Bagaimana): Protes disampaikan melalui pernyataan resmi klub, komentar presiden di media sosial, dan keluhan manajer.




