Cagliari vs Udinese: Insiden Rasisme Guncang Akhir Pertandingan

Author Image

Terbit

10 Mei 2026, 04:16 WIB

Cagliari vs Udinese: Insiden Rasisme Guncang Akhir Pertandingan
Cagliari vs Udinese: Insiden Rasisme Guncang Akhir Pertandingan

Presiden.co.id – 10 Mei 2026 | Pertandingan Serie A antara Cagliari dan Udinese di Unipol Domus pada Sabtu (9 Mei 2026) harus diwarnai insiden panas di menit-menit akhir. Ketegangan memuncak ketika penyerang Udinese, Keinan Davis, melaporkan dugaan insiden rasisme yang dialaminya dari pemain Cagliari, Alberto Dossena. Insiden ini sontak menjadi sorotan utama pasca pertandingan, mengalahkan skor akhir 2-0 untuk kemenangan Udinese.

Menurut laporan, Davis mengklaim bahwa Dossena melontarkan hinaan bernada rasisme kepadanya, menyebutnya sebagai ‘monyet’. Pemain asal Inggris itu segera memberi tahu wasit tentang kejadian tersebut. Wasit sempat menghentikan permainan sejenak untuk berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR), namun tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil di lapangan terkait insiden tersebut. Davis sendiri sempat mendapatkan kartu kuning yang kemudian dicabut.

Pasca pertandingan, Udinese Calcio segera merilis pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan tersebut. Klub Friulani menyatakan dukungan penuh kepada Keinan Davis dan berjanji akan menuntut kejelasan dari pihak berwenang olahraga. “Udinese Calcio menyatakan solidaritas dan dukungan penuh kepada Keinan Davis yang menjadi objek hinaan rasisme memalukan dari seorang pemain tim lawan di sepanjang pertandingan sore ini. Klub menegaskan kembali kecaman tegasnya terhadap tindakan tercela semacam itu yang sangat merusak citra dan nilai-nilai olahraga yang kami cintai. Udinese Calcio akan melindungi Keinan di semua tingkatan dan berharap ada penyelesaian cepat atas kejadian ini dari badan keadilan olahraga yang kami percayai sepenuhnya,” demikian bunyi pernyataan Udinese.

Keinan Davis sendiri tak tinggal diam. Melalui akun Instagram pribadinya, ia memposting foto Alberto Dossena dengan caption yang menyertai tuduhannya. “Dia memanggilku monyet selama pertandingan. Saya harap Serie A melakukan sesuatu, tapi kita lihat saja,” tulis Davis, menunjukkan kekecewaannya dan harapan agar ada tindakan tegas.

Tak hanya Davis, rekan setimnya di Udinese, Nicolò Zaniolo, juga turut angkat bicara. Melalui unggahan di Instagram, Zaniolo mengecam keras tindakan yang dituduhkan kepada Dossena. “Rekan setim (jika bisa disebut begitu) yang hari ini berani menghina anak-anak saya dan menghina rekan saya karena warna kulitnya, harusnya malu dan tidak menginjakkan kaki lagi di lapangan sepak bola,” tegas Zaniolo.

Menanggapi tuduhan tersebut, Cagliari Calcio mengeluarkan bantahan tegas. Klub asal Sardinia ini menyatakan terkejut dan sangat kecewa dengan pernyataan Udinese. Cagliari menegaskan bahwa nilai-nilai, sejarah, dan budaya olahraga mereka tidak mentolerir segala bentuk diskriminasi, rasisme, atau kekerasan. Mereka mengklaim bahwa insiden yang terjadi di lapangan telah diklarifikasi pada akhir pertandingan dan tidak menemukan bukti objektif yang mendukung tuduhan tersebut. Pelatih Cagliari, Fabio Pisacane, juga memberikan pembelaan kepada Alberto Dossena, yang ia kenal baik. “Saya sudah berbicara dengan Alberto dan rekan-rekannya. Mereka mengatakan tidak ada apa-apa dan itu hanya gesekan di lapangan. Saya percaya sepenuhnya pada Alberto sebagai seorang pria,” ujar Pisacane.

Sementara itu, Alberto Dossena sendiri melalui akun Instagramnya menyatakan kesedihannya atas tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa hinaan rasisme sangat jauh dari nilai-nilai dan pendidikannya. “Dituduh rasisme membuat saya sedih dan terluka. Ini adalah tuduhan yang sangat berat, dan tidak pernah terlintas dalam benak saya untuk berbicara kepada orang lain, seorang kolega, dengan hinaan semacam itu. Ini pertama kalinya saya mengalami situasi seperti ini di mana saya harus membela diri dari tuduhan yang memfitnah. Perilaku seperti itu sangat jauh dari budaya dan pendidikan saya,” tulis Dossena.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus rasisme yang mencoreng dunia sepak bola Italia, menimbulkan pertanyaan serius tentang penegakan kedisiplinan dan perlindungan pemain di lapangan. Pihak Serie A diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi yang setimpal jika tuduhan terbukti benar, demi menjaga integritas olahraga.

Related Post

Terbaru