Bitcoin Tertinggal di Tengah Rekor Likuiditas Global: Akankah Mengejar Ketertinggalan?

Bitcoin Tertinggal di Tengah Rekor Likuiditas Global: Akankah Mengejar Ketertinggalan?
Bitcoin Tertinggal di Tengah Rekor Likuiditas Global: Akankah Mengejar Ketertinggalan?

Presiden.co.id – 16 Juni 2026 | Pertanyaan “Bitcoin Lags Global Liquidity at Record Highs: Will It Catch Up?” menjadi sorotan utama di pasar keuangan global. Bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan sekitar 48% di bawah puncak Oktober lalu, sementara jumlah uang beredar global mencapai rekor baru, membuka celah signifikan antara aset kripto ini dengan likuiditas global. Divergensi ini telah menarik perhatian para analis pasar yang menganggap likuiditas sebagai sinyal utama bagi aset berisiko. Pertanyaan intinya adalah apakah Bitcoin akan mematahkan atau melanjutkan pola jangka panjang yang telah terbentuk.

Divergensi Bitcoin dan Likuiditas Global

Alphractal mencatat bahwa jumlah uang beredar M2 global, yang umum digunakan sebagai proksi likuiditas global, baru-baru ini mencapai rekor hampir $135 triliun. Indeks S&P 500 telah mengikuti ekspansi tersebut, mendekati rekor tertingginya sendiri. Secara historis, Bitcoin mengikuti gelombang likuiditas yang sama, meskipun dengan volatilitas lebih tinggi dan jeda yang lebih panjang. Hubungan ini bertahan sepanjang 2024 dan awal 2025 sebelum akhirnya rusak. “Sejak awal 2025, BTC telah menyimpang tajam: sementara M2 terus mencapai rekor baru dan SPX pulih mendekati ATH, BTC justru tertekan,” ungkap perusahaan analitik tersebut. Alphractal menyebut divergensi saat ini sebagai yang paling menonjol dalam dataset mereka, dan menjelaskan dua cara untuk membacanya.

Pertama, pembacaan konvergensi. Pandangan ini menyatakan bahwa aset yang berada jauh di bawah likuiditas biasanya menutup celah melalui kenaikan harga. Pemulihan itu berasal dari apresiasi, bukan dari penyusutan likuiditas. Kedua, pembacaan struktural. Pandangan ini memperlakukan hubungan Bitcoin-likuiditas sebagai non-mekanis, bukan tetap. Divergensi masa lalu pada 2018 dan 2022 terselesaikan dalam waktu 6 hingga 18 bulan. Korelasi juga dapat melemah seiring perubahan basis pemegang. “Pembacaan mana yang berlaku tergantung pada apakah divergensi saat ini mencerminkan dislokasi sementara atau pergeseran struktural dalam rezim korelasi BTC,” kata Alphractal.

Analis: Makro Membaik, Bitcoin Belum Refleksikan

Analis Martini Guy membingkai hal yang sama. Ia mengatakan latar belakang makroekonomi membaik, sementara Bitcoin belum merefleksikannya. Entah Bitcoin mulai menutup celah, atau hubungannya dengan likuiditas putus dengan cara “yang belum pernah kita lihat selama beberapa waktu.” Dalam cuitannya, ia menyoroti bahwa Indeks Likuiditas M2 Global terus mendorong lebih tinggi, namun Bitcoin tidak. “Itulah perbedaan yang saya amati sekarang,” tulisnya. Pertanyaan “Bitcoin Lags Global Liquidity at Record Highs: Will It Catch Up?” kembali mengemuka di kalangan pelaku pasar.

Dapatkah Bitcoin Mengejar Likuiditas?

Sementara itu, Bitcoin menguat menuju $66.000 pekan ini seiring kesepakatan AS-Iran yang mendorong ekuitas dan aset berisiko. Pada saat berita ini ditulis, aset tersebut diperdagangkan di $65.831, naik 0,27% dalam sehari terakhir. Pantulan ini memperkuat sinyal stabilisasi tetapi tidak mengkonfirmasi perubahan tren. Data on-chain mendukung pembacaan tersebut. Glassnode menggambarkan pergerakan naik baru-baru ini dari dekat $60.000 sebagai pembentukan basis, bukan pembalikan yang dikonfirmasi. “Pemulihan terjadi di atas es tipis. Volume spot turun 40,4% menjadi $5,8 miliar dan Open Interest Futures turun 3% lagi menjadi $30,6 miliar, tanda bahwa kenaikan didorong oleh covering, bukan keyakinan baru. Pembayaran pendanaan sisi long turun 22,3% dan volume perdagangan ETF turun 38,1% menjadi $11,1 miliar. Pasar lebih ringan, bukan lebih sehat,” demikian laporan tersebut.

Latar belakang makro mendukung pemulihan, tetapi Bitcoin belum mengonfirmasinya. Pekan-pekan mendatang dengan data aliran dan volume akan menunjukkan pembacaan mana yang berlaku. Pertanyaan “Bitcoin Lags Global Liquidity at Record Highs: Will It Catch Up?” masih menggantung di pasar.

Kesimpulannya, divergensi antara Bitcoin dan likuiditas global menimbulkan ketidakpastian. Para analis terbagi antara melihatnya sebagai kesempatan beli atau peringatan akan perubahan struktural. Data on-chain menunjukkan pemulihan yang rapuh, sementara makroekonomi mendukung. Hanya waktu yang akan menjawab apakah Bitcoin akan mengejar ketertinggalan atau justru memutuskan hubungan historisnya dengan likuiditas global.

Related Post

Terbaru