Terobosan Baru di Pasar Modal Swasta
Presiden.co.id – 12 Juni 2026 | Citigroup baru saja meluncurkan produk inovatif bernama Digital Depositary Receipts (DDR), sebuah produk berbasis blockchain yang memungkinkan investor institusi dan investor kaya untuk mendapatkan eksposur terhadap saham startup swasta melalui sekuritas yang diterbitkan dan diamankan oleh bank. Langkah ini merupakan realisasi dari konsep ‘Citi Is Creating a Way for Investors to Buy Private Startup Shares Like Stocks’, di mana investor kini dapat membeli saham perusahaan rintisan dengan kemudahan seperti membeli saham di bursa efek.
Inisiatif Citi ini menggunakan infrastruktur blockchain teregulasi yang dioperasikan oleh SIX Digital Exchange (SDX) di Swiss. DDR pada dasarnya adalah versi modern dari depositary receipts yang selama ini digunakan untuk memperdagangkan saham asing di bursa lokal. Dengan DDR, investor tidak membeli saham langsung, melainkan menerima sertifikat yang diterbitkan oleh Citi yang mewakili kepemilikan di perusahaan startup. Hal ini memberikan kejelasan hukum dan transparansi yang lebih baik dibandingkan dengan model token pre-IPO offshore yang seringkali membingungkan investor.
Mekanisme dan Transaksi Perdana
Transaksi pertama DDR dilakukan oleh nasabah wealth management Citi yang berinvestasi di Kaleido, sebuah platform tokenisasi yang didukung oleh Citi Ventures. Saat ini, produk tersebut tersedia untuk investor non-AS, dengan rencana untuk memperluas ke pasar AS di kemudian hari. Citi juga tengah bernegosiasi dengan beberapa perusahaan swasta terbesar untuk bergabung dalam program ini.
Baca Juga
Artem Korenyuk, pimpinan global solusi klien aset digital Citi, menyebut DDR sebagai model alternatif yang lebih bersih. Menurutnya, produk ini memberikan jalur yang jelas bagi investor untuk mengakses saham startup tanpa kerumitan struktur investasi tradisional. Inovasi ini merupakan kelanjutan dari kemitraan Citi dengan SDX pada Mei 2025, di mana Citi bertindak sebagai kustodian dan agen tokenisasi untuk ekuitas pre-IPO tahap akhir.
Dampak pada Pasar dan Industri
Langkah Citi ini dipandang sebagai respons terhadap tren perusahaan seperti SpaceX dan Anthropic yang menunda penawaran umum perdana (IPO), sehingga mendorong investor mencari alternatif seperti tokenized SpaceX shares. Riset internal Citi memproyeksikan peningkatan 80 kali lipat dalam tokenisasi aset di pasar swasta pada 2030. Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise, menyambut baik inovasi ini dengan mengatakan bahwa pasar modal sedang menyembuhkan dirinya sendiri. Ia menilai bahwa regulasi dan hukum yang membuat IPO menjadi tidak menarik telah mendorong perusahaan untuk tetap swasta lebih lama, namun investor tidak akan selamanya terhalang dan kini menemukan solusi melalui blockchain.
Meski demikian, beberapa pengamat seperti Chad Steingraber mencatat bahwa akses masih terbatas pada investor kaya dan institusional, belum untuk investor ritel. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah untuk menjembatani kesenjangan akses. Namun, Citi, bersama JPMorgan, Bank of America, dan Wells Fargo, juga tengah merencanakan jaringan deposit tokenisasi bersama yang dijadwalkan beroperasi pada 2027, yang akan semakin memperdalam upaya penyelesaian transaksi di pasar swasta.
Kesimpulan
Dengan peluncuran Digital Depositary Receipts, Citi telah membuka pintu bagi investor untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan startup swasta dengan cara yang lebih mudah dan transparan. Inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan investor yang haus akan eksposur ke perusahaan rintisan bernilai tinggi, tetapi juga berpotensi mengubah lanskap pasar swasta secara keseluruhan. Jika semakin banyak perusahaan besar yang mengizinkan saham mereka diperdagangkan melalui DDR, maka tokenisasi aset dunia nyata (RWA) akan beralih dari proyek percontohan menjadi skala penuh. ‘Citi Is Creating a Way for Investors to Buy Private Startup Shares Like Stocks’ bukan lagi sekadar konsep, melainkan realitas yang mulai terwujud.




