Monero Melonjak 27% dalam Dugaan Pencucian Rp 1,9 Triliun: Terlalu Berisik untuk Sembunyi?

Author Image

Terbit

12 Juni 2026, 19:17 WIB

Monero Melonjak 27% dalam Dugaan Pencucian Rp 1,9 Triliun: Terlalu Berisik untuk Sembunyi?
Monero Melonjak 27% dalam Dugaan Pencucian Rp 1,9 Triliun: Terlalu Berisik untuk Sembunyi?

Presiden.co.id – 12 Juni 2026 | Dunia kripto kembali diguncang oleh aksi mencurigakan yang melibatkan Monero (XMR). Sebuah entitas tak dikenal berhasil memompa harga Monero hingga 27% dalam hitungan jam, memicu spekulasi tentang praktik pencucian uang senilai $120,2 juta. Fenomena ini menjadi sorotan utama dengan judul ‘Monero Jumps 27% in a Suspected $120 Million Laundering Run: Too Loud to Hide?’ yang menggema di kalangan analis dan investor.

Kronologi Lonjakan Harga Monero

Pada 11 Juni lalu, on-chain investigator ZachXBT melacak aliran dana dari sebuah alamat Tron yang menerima 120,2 juta USDT. Lebih dari $17,5 juta dikirim ke alamat deposit KuCoin, sementara $8 juta mengalir ke bursa instan. Entitas tersebut kemudian menciptakan pesanan Monero dalam jumlah besar, menyebabkan harga XMR meroket dari $330 ke $420. ZachXBT melalui Telegram mengungkapkan, ‘Entitas tersebut membuat pesanan Monero yang menyebabkan lonjakan harga XMR dari $330 ke $420. Lebih dari $8 juta lainnya dijembatani dari Tron ke Bitcoin/Ethereum melalui Near Intents.’

Mengapa Pencucian Monero Menjadi Mahal dan Berisik dalam Skala Besar?

Monero menempati peringkat ke-16 berdasarkan kapitalisasi pasar sebesar $7,1 miliar, namun likuiditasnya relatif tipis. Binance dan bursa besar lainnya telah mendelisting XMR pada 2024 karena tekanan kepatuhan, mengurangi venue di mana volume besar bisa disembunyikan. Omset global XMR hanya sekitar $303 juta dalam 24 jam terakhir. Dengan kedalaman order book yang dangkal, aksi beli satu entitas mampu mendorong harga dari $330 ke $420 dalam hitungan jam. Hal ini menghukum pembeli karena setiap order terisi pada harga yang lebih tinggi, dan order terakhir membayar hingga 27% lebih mahal. Likuiditas tipis bertindak seperti pajak atas operasi tersebut.

Lonjakan ini juga menjadi alarm publik. Trader melihat pergerakan tersebut sebelum mengetahui penyebabnya, dan jejaknya melampaui batas blockchain. CoinMarketCap bahkan men-tweet, ‘$XMR hits the top 20’s biggest mover today, up 10%…’ Dinamika ini menunjukkan batasan: jaringan privasi hanya dapat menyerap volume ilegal dalam jumlah tertentu sebelum pasar sendiri memberikan sinyal. Tether bergerak cepat dengan memasukkan alamat terkait ke daftar hitam, membekukan 72.030.295 USDT dalam 30 detik setelah deteksi. Namun, entitas tersebut telah memindahkan sekitar $48 juta di luar jangkauan, membayar premi likuiditas Monero sebagai biaya keluar. Sisa $72 juta yang dibekukan mungkin tidak akan pernah bergerak lagi.

Kesimpulan

Fenomena ‘Monero Jumps 27% in a Suspected $120 Million Laundering Run: Too Loud to Hide?’ mengajarkan bahwa meskipun Monero menawarkan privasi, likuiditas yang dangkal membuat aksi besar tidak bisa disembunyikan. Lonjakan harga ini menjadi bukti bahwa pasar sendiri bisa menjadi alat deteksi yang efektif. Ke depannya, para pelaku kejahatan mungkin perlu memikirkan ulang strategi mereka, karena semakin besar volume yang dicuci, semakin besar pula risiko terdeteksi. Sementara itu, Tether dan regulator terus memperketat pengawasan, menunjukkan bahwa era anonimitas penuh mungkin akan segera berakhir.

Related Post

Terbaru