Presiden.co.id – 06 Juni 2026 | Pump.fun GO Bounty Platform Sparks Backlash Over Extreme Crypto Payouts setelah platform bounty berbasis kripto ini resmi diluncurkan pada 4 Juni 2026. Dalam hitungan jam, daftar tugas yang ditawarkan pengguna mulai dari tato dahi hingga mewawancarai keluarga korban pembunuhan memicu kemarahan publik. Platform yang berjalan di atas blockchain Solana ini memungkinkan siapa saja membayar imbalan kripto untuk hampir semua tugas, namun model terbuka itu langsung menuai kritik tajam terkait keamanan, pelecehan, dan aksi nekat yang didanai pengguna.
Cara Kerja Pump.fun GO
Pump.fun memperkenalkan GO sebagai cara untuk membayar siapa pun melakukan apa pun demi imbalan tak terbatas. Kreator menetapkan hadiah, mendefinisikan tugas, dan mengunci dana hingga bounty kedaluwarsa atau pemenang dipilih. Dana tidak bisa ditarik kembali setelah listing aktif. Moderator Pump.fun menilai kiriman dan memutuskan mana yang memenuhi syarat, sementara kreator hanya bisa merekomendasikan pemenang. Dana yang tidak diklaim bisa diambil kembali setelah jendela sengketa.
Peluncuran ini mengikuti pergeseran Pump.fun menuju token utilitas dan kampanye buyback senilai $350 juta yang berjalan sejak Juli 2025 tanpa mengangkat harga. Token PUMP mencapai rekor terendah mendekati $0,00135 pada 5 Juni, turun sekitar 20% dalam sehari dan sekitar 84% di bawah puncaknya September 2025.
Baca Juga
Bounty Ekstrem dan Kritik
Beberapa listing tertinggi menawarkan sekitar $57.000 untuk terjun payung ke pertandingan Piala Dunia 2026 dengan kostum maskot meme coin, dan $2.762 untuk tato dahi. Angka-angka itu memicu pengawasan lebih luas terhadap valuasi PUMP. Pump.fun menambahkan, “Manusia dan uang adalah alat paling kuat di Bumi. Kami menggabungkan keduanya dengan GO: platform bounty menyeluruh di mana SIAPA PUN dapat membuat atau menyelesaikan bounty untuk TUGAS APAPUN demi imbalan TAK TERBATAS.”
Bounty aktif tertinggi menawarkan $24.584 untuk mewawancarai keluarga pembunuh dalam kasus Henry Nowak atau petugas polisi yang terlibat. Trader Jeremy menandai listing itu dalam satu jam setelah peluncuran. Peringatan itu berbobot: Pump.fun sempat menangguhkan fitur livestreaming pada November 2024 setelah pengguna menyiarkan ancaman kekerasan dan menyakiti diri sendiri untuk menaikkan harga token. Penyalahgunaan serupa kembali terjadi saat fitur itu diaktifkan kembali.
Pump.fun kemudian memanfaatkan perhatian dengan memposting tangkapan layar pesan langsung ke Michael Saylor yang meminta tugas berbayar. Tindakan itu menggemakan kontroversi peluncuran token sebelumnya. Satu kontrak bahkan menawarkan imbalan untuk bunuh diri dengan bayaran setinggi $690.000 atau sekitar 10.000 SOL. Bounty terjun payung senilai $57.000 dilaporkan menghilang setelah mendapat sorotan.
Masa Depan Pump.fun GO
Apakah Pump.fun bisa mengawasi pasar bayar-siapa pun akan menentukan berapa lama GO bertahan dalam bentuknya saat ini. Gubernur New York Kathy Hochul berkomentar, “Menawarkan bounty pada RUU pertama yang diajukan untuk melarang mimpi buruk dystopian ini.” Pump.fun GO Bounty Platform Sparks Backlash Over Extreme Crypto Payouts menjadi peringatan bagi industri kripto akan bahaya platform tanpa batas. Pump.fun GO Bounty Platform Sparks Backlash Over Extreme Crypto Payouts juga menyoroti perlunya regulasi yang lebih ketat. Pump.fun GO Bounty Platform Sparks Backlash Over Extreme Crypto Payouts akhirnya menjadi ujian bagi komitmen platform terhadap keamanan pengguna. Pump.fun GO Bounty Platform Sparks Backlash Over Extreme Crypto Payouts menunjukkan bahwa inovasi tanpa tanggung jawab bisa berujung bencana.
Kesimpulannya, Pump.fun GO menghadirkan dilema antara kebebasan berkreasi dan perlindungan dari penyalahgunaan. Dengan kritik yang meluas, platform ini harus segera mengevaluasi kebijakan moderasinya atau menghadapi konsekuensi regulasi dan reputasi yang lebih buruk.




