Presiden.co.id – 04 Juni 2026 | Dalam sebuah pernyataan yang mengguncang pasar kripto, Tom Lee, chairman BitMine Immersion Technologies dan co-founder Fundstrat, kembali menegaskan keyakinannya pada masa depan Ethereum. Dalam pidatonya di konferensi Proof of Talk di Paris, Lee mengungkapkan target harga jangka panjang Ethereum sebesar $250.000, sebuah angka yang mencerminkan potensi transformasi jaringan Ethereum sebagai tulang punggung ekonomi digital. Tom Lee Sees Ethereum at $250,000 as AI and Tokenization Reshape Finance, demikian judul laporan yang menjadi sorotan utama.
Sentimen Bearish Justru Menjadi Peluang
Proyeksi optimistis ini muncul di tengah tekanan pasar yang berat. Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar $1.873, turun 5,19% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar $226,17 miliar. Bahkan, ETH sempat jatuh di bawah $2.000 pada awal Juni setelah mengalami penurunan 12,6% pada Mei. Arus keluar bersih dari ETF Ethereum spot AS mencapai $2,43 miliar pada Mei, menciptakan sentimen bearish yang dominan. Namun, Lee justru melihat situasi ini sebagai peluang. “Jika Anda bearish hari ini, Anda menjual di dasar. Saya tidak bisa cukup menekankan, jika Anda bearish hari ini, Anda bearish di dasar untuk Bitcoin dan Ethereum,” ujarnya di hadapan peserta konferensi.
AI dan Tokenisasi sebagai Katalis Utama
Inti dari argumen Lee adalah munculnya ekonomi mesin-ke-mesin. Saat agen AI otonom mengambil alih lalu lintas internet, mereka membutuhkan lapisan penyelesaian instan yang tidak dapat diberikan oleh sistem pembayaran tradisional. Menurut Lee, Ethereum akan menjadi mata uang default untuk pembelian daya komputasi otomatis. Platform tokenisasi aset dunia nyata (RWA) yang dibangun di atas jaringan Ethereum akan semakin memperkuat peran ini. Lee memproyeksikan bahwa pertumbuhan stablecoin dan aset tokenisasi dapat mendorong nilai jaringan Ethereum hingga triliunan dolar. Target $250.000 yang ia tetapkan melampaui perkiraan sebelumnya untuk tahun 2026, menempatkan Ethereum sebagai infrastruktur keuangan kritis, bukan sekadar aset spekulatif. Tom Lee Sees Ethereum at $250,000 as AI and Tokenization Reshape Finance—sebuah visi yang menggabungkan kecerdasan buatan dan tokenisasi sebagai pendorong utama.
Baca Juga
Pergeseran Tata Kelola: Validator Korporat Menggantikan Yayasan
Lee juga menyoroti pergeseran tata kelola yang kurang diperhatikan. Yayasan Ethereum kini hanya memegang sekitar 100.000 ETH, atau 0,1% dari total pasokan, setelah bertahun-tahun melakukan divestasi. Kekosongan ini diisi oleh validator korporat. BitMine dan Sharklink bersama-sama menguasai sekitar 7% pasokan Ethereum yang beredar. BitMine sendiri memegang hampir 5,4 juta ETH setelah pembelian 111.942 ETH baru-baru ini, mendekati target akumulasinya sebesar 5% dari seluruh token. Perusahaan ini menghasilkan sekitar $500 juta per tahun dari imbalan staking dan akan masuk dalam indeks Russell 1000 pada 26 Juni, memaksa setiap manajer dana yang menggunakan indeks tersebut untuk memutuskan apakah akan memegang saham perusahaan. Tom Lee Sees Ethereum at $250,000 as AI and Tokenization Reshape Finance—sebuah prediksi yang didukung oleh fundamental kuat dari adopsi institusional.
Kesenjangan Harga dan Prospek ke Depan
Kesenjangan antara harga spot Ethereum saat ini dan kerangka struktural Lee masih sangat lebar. Apakah permintaan AI, staker korporat, dan gelombang aset tokenisasi berikutnya dapat menutup kesenjangan ini akan menentukan babak selanjutnya bagi Ethereum. Dengan optimisme yang didasari oleh analisis mendalam tentang perubahan teknologi dan tata kelola, Lee menegaskan bahwa Ethereum bukan sekadar aset kripto biasa, melainkan fondasi ekonomi masa depan. Tom Lee Sees Ethereum at $250,000 as AI and Tokenization Reshape Finance—sebuah visi yang mungkin terdengar ambisius, namun memiliki landasan logis yang kuat di era digital ini.




