Mengapa Harga Minyak Tidak Jatuh Lebih Dalam Meskipun Selat Hormuz Dibuka?

Author Image

Terbit

19 Juni 2026, 14:37 WIB

Mengapa Harga Minyak Tidak Jatuh Lebih Dalam Meskipun Selat Hormuz Dibuka?
Mengapa Harga Minyak Tidak Jatuh Lebih Dalam Meskipun Selat Hormuz Dibuka?

Strait of Hormuz Is Open: So Why Hasn’t Oil Crashed Harder?

Presiden.co.id – 19 Juni 2026 | Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia, kini telah dibuka kembali setelah beberapa waktu tertutup. Namun, harga minyak tidak jatuh sesuai dengan ekspektasi. Pada tanggal 18 Juni, harga minyak Brent mencapai $79,46 per barel, turun sekitar 30% dari $112,93 sebulan sebelumnya. Banyak yang berharap harga minyak akan jatuh lebih dalam lagi, tetapi kenyataannya tidak demikian.

Penyebab Harga Minyak Tidak Jatuh Lebih Dalam

Salah satu penyebab harga minyak tidak jatuh lebih dalam adalah karena masih banyak kapal yang terjebak di dalam Teluk Persia. Menurut firma intelijen maritim Kpler, sekitar 500 kapal komersial masih terjebak di dalam teluk. Selat Hormuz yang sempit tidak dapat membersihkan kapal-kapal tersebut sekaligus. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih jauh dari tingkat sebelum perang, karena banyak kapal yang menunggu konfirmasi pembersihan ranjau dan kembalinya jalur lintas internasional sebelum melanjutkan pelayaran.

Strait of Hormuz Is Open: So Why Hasn’t Oil Crashed Harder? Ini adalah pertanyaan yang banyak diajukan oleh para ahli dan pengamat ekonomi. Jawabannya terletak pada beberapa faktor, termasuk waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan produksi minyak dan logistik.

Waktu yang Dibutuhkan untuk Memulihkan Produksi Minyak

Memulihkan produksi minyak tidaklah semudah membalikkan saklar. Claudio Galimberti, kepala ekonom Rystad Energy, mengatakan bahwa sentimen telah membaik, tetapi sentimen tidak sama dengan suplai. Butuh waktu untuk produksi kembali normal, untuk logistik kembali normal, dan untuk premi risiko yang tertanam dalam harga minyak untuk menghilang. Strait of Hormuz Is Open: So Why Hasn’t Oil Crashed Harder? Pertanyaan ini masih terus diajukan, karena harga minyak belum turun sesuai dengan ekspektasi.

Ekononis di Capital Economics memperkirakan bahwa aliran energi bisa mencapai 80% dari tingkat sebelum perang pada September. Sementara itu, Irak, yang lapangan minyaknya mengalami penutupan yang lebih dalam, mungkin membutuhkan waktu sekitar setahun untuk pulih sepenuhnya. Strait of Hormuz Is Open: So Why Hasn’t Oil Crashed Harder? Ini adalah pertanyaan yang masih terus diajukan, karena harga minyak belum turun sesuai dengan ekspektasi.

Kesimpulan

Strait of Hormuz Is Open: So Why Hasn’t Oil Crashed Harder? Pertanyaan ini masih terus diajukan, karena harga minyak belum turun sesuai dengan ekspektasi. Beberapa faktor, termasuk waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan produksi minyak dan logistik, serta premi risiko yang masih tertanam dalam harga minyak, telah menyebabkan harga minyak tidak jatuh lebih dalam. Strait of Hormuz Is Open: So Why Hasn’t Oil Crashed Harder? Ini adalah pertanyaan yang masih terus diajukan, karena harga minyak belum turun sesuai dengan ekspektasi.

Related Post

Terbaru