Presiden.co.id – 09 Juni 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang pasar dengan wacana memberikan kepemilikan saham kepada rakyat Amerika dalam perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI). Gagasan ini langsung memicu perburuan saham-saham AI potensial, dan tajuk 3 Stocks to Watch as Trump Floats Giving Americans a Stake in AI menjadi perbincangan hangat di kalangan investor. Tiga nama besar yang menonjol adalah Nvidia, Oracle, dan Microsoft, masing-masing dengan prospek dan risiko yang berbeda.
Nvidia: Ujung Tombak Kebijakan dengan Risiko Dilusi
Nvidia (NASDAQ: NVDA) menduduki peringkat teratas dalam daftar 3 Stocks to Watch as Trump Floats Giving Americans a Stake in AI karena kebijakan ini akan berjalan melalui chip buatannya. Hingga akhir 2025, Nvidia menguasai sekitar 86% pendapatan GPU untuk pusat data AI. Namun, rencana pemerintah untuk mengambil kepemilikan saham di perusahaan AI menimbulkan dilema. Di satu sisi, permintaan AI akan meningkat, tetapi di sisi lain, ada risiko dilusi, batasan harga, atau intervensi politik. Data arus uang menunjukkan institusi besar mulai mengurangi posisi mereka, tercermin dari Chaikin Money Flow yang turun ke -0,16. Rasio put-call juga meningkat ke 0,84, menandakan lindung nilai yang lebih besar. Harga saham Nvidia saat ini di sekitar $208, dengan level kunci $221 sebagai resistance dan $204 sebagai support.
Oracle: Mitra Pemerintah dengan Potensi Kenaikan
Oracle (NYSE: ORCL) menjadi sorotan dalam 3 Stocks to Watch as Trump Floats Giving Americans a Stake in AI karena posisinya sebagai mitra utama proyek AI federal Stargate. Berbeda dengan Nvidia, Oracle menjual kapasitas komputasi, bukan chip. Peran pemerintah yang lebih besar berarti kontrak komputasi yang lebih banyak, yang merupakan upside murni dengan risiko dilusi yang rendah. Arus uang masuk terlihat dari Chaikin Money Flow yang tetap positif sejak akhir April. Rasio put-call volume turun drastis menjadi 0,39 setelah pernyataan Trump, menunjukkan lonjakan aktivitas call. Oracle diperdagangkan di sekitar $214, dengan resistance di $250 dan support di $208. Laporan keuangan Q4 yang akan dirilis pada 10 Juni diperkirakan kuat, didukung oleh kenaikan target harga dari beberapa bank.
Baca Juga
Microsoft: Opsi Aman dengan Momentum Lambat
Microsoft (NASDAQ: MSFT) melengkapi daftar 3 Stocks to Watch as Trump Floats Giving Americans a Stake in AI sebagai cara paling aman untuk memiliki eksposur terhadap kebijakan ini. Sebagai investor terbesar OpenAI, Microsoft akan terpengaruh langsung oleh rencana kepemilikan saham pemerintah di OpenAI. Namun, arus uang menunjukkan keraguan. Chaikin Money Flow hanya positif tipis di 0,03, menurun dari puncak 0,35 pada awal Mei. Rasio put-call menunjukkan ketidakpastian, dengan volume ratio 0,67 dan open interest 0,47. Harga saham Microsoft di sekitar $415, dengan resistance di $427 dan support di $397. Pertumbuhan pendapatan Azure dan OpenAI yang kuat menjadi katalis positif, tetapi risiko perubahan persyaratan komersial akibat kepemilikan pemerintah membayangi.
Kesimpulan
Wacana Trump memberikan kepemilikan saham AI kepada rakyat Amerika membuka peluang sekaligus tantangan bagi investor. Nvidia menawarkan potensi besar namun dengan risiko dilusi yang tinggi. Oracle menjadi pilihan menarik karena hubungan eratnya dengan pemerintah dan prospek pendapatan yang jelas. Microsoft, sebagai perusahaan mapan, memberikan stabilitas tetapi dengan momentum yang lebih lambat. Para investor perlu mencermati perkembangan kebijakan dan data pasar untuk menentukan langkah terbaik dalam memanfaatkan 3 Stocks to Watch as Trump Floats Giving Americans a Stake in AI ini.




