Presiden.co.id – 01 Agustus 2026 | Wall Street Rushes to Raise Amazon Targets After 15% Post-Earnings Stock Surge menjadi topik hangat di dunia ekonomi setelah saham Amazon melompat 15,32% pada hari Jumat dan ditutup pada $271,58. Dalam beberapa jam, lebih dari satu lusin bank menaikkan target harga saham Amazon. Pemicu lompatan ini adalah laporan laba kuartal kedua Amazon yang dipublikasikan pada 30 Juli.
Laporan Laba Kuartal Kedua Amazon
Amazon berhasil menjual $200,6 miliar barang dan jasa pada kuartal tersebut, meningkat 19,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Analis telah memprediksi penjualan sebesar $197,0 miliar. Laba bersih mencapai $5,75 per saham, jauh melampaui perkiraan sekitar $1,81. Namun, satu angka yang paling berpengaruh adalah pertumbuhan bisnis cloud Amazon, Amazon Web Services (AWS), yang tumbuh 36,8% menjadi $42,2 miliar, merupakan pertumbuhan tercepat dalam 18 kuartal atau sekitar empat setengah tahun.
Reaksi Wall Street
Setelah laporan laba kuartal kedua, Wall Street Rushes to Raise Amazon Targets After 15% Post-Earnings Stock Surge menjadi fenomena yang menarik perhatian. Benchmark analyst Daniel Kurnos menaikkan target harganya menjadi $400 dari $370 dan mempertahankan peringkat Beli. Ia menyebut ini sebagai salah satu kuartal terbaik Amazon dalam setidaknya 10 tahun. JPMorgan juga menaikkan targetnya menjadi $365 dari $330, dengan menyebutkan backlog cloud Amazon yang mencapai $496 miliar, sekitar 2,5 kali lipat dari level tahun sebelumnya.
Baca Juga
Tantangan yang Belum Terpecahkan
Namun, di balik kenaikan target harga saham, Amazon masih menghadapi tantangan dalam mengelola kas. Perusahaan ini mengalami kerugian kas sebesar $7,6 miliar dalam 12 bulan terakhir, dibandingkan dengan kelebihan kas sebesar $18,2 miliar pada tahun sebelumnya. CEO Andy Jassy berencana untuk menghabiskan sekitar $220 miliar pada tahun ini untuk pusat data dan chip, yang menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana perusahaan akan membiayai rencana ini.
Kesimpulan
Wall Street Rushes to Raise Amazon Targets After 15% Post-Earnings Stock Surge menunjukkan ketertarikan investor pada potensi pertumbuhan Amazon, khususnya di bisnis cloud. Namun, perusahaan ini harus mengatasi tantangan pengelolaan kas untuk memenuhi harapan investor. Dengan target harga saham yang dinaikkan dan rencana investasi besar, Amazon harus membuktikan kemampuannya dalam mengubah pengeluaran menjadi pendapatan.



