Kerusuhan Suporter Persipura: PSSI Prihatin, FIFA Awasi Ketat!

Author Image

Terbit

9 Mei 2026, 19:16 WIB

Kerusuhan Suporter Persipura: PSSI Prihatin, FIFA Awasi Ketat!
Kerusuhan Suporter Persipura: PSSI Prihatin, FIFA Awasi Ketat!

Presiden.co.id – 09 Mei 2026 | Jayapura – Gagalnya Persipura Jayapura promosi ke BRI Liga 1 musim 2026/2027 usai takluk 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga play-off Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026) malam WIT, menyisakan duka mendalam. Namun, kesedihan itu berubah menjadi kemarahan yang berujung kericuhan oleh sebagian oknum suporter. Situasi ini mendapat perhatian serius dari PSSI, yang menyayangkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa hal ini dapat mencoreng citra sepak bola Indonesia yang saat ini berada di bawah pengawasan FIFA.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan keprihatinan mendalam atas terjadinya kericuhan di Stadion Lukas Enembe. Ia mengungkapkan bahwa PSSI tidak menyangka insiden seperti itu dapat terjadi, mengingat kecintaan masyarakat Papua dan suporter Persipura terhadap sepak bola. “PSSI sangat menyayangkan kericuhan ini terjadi di Jayapura, dan tentu kita prihatin dengan keributan ini,” ujar Yunus Nusi pada Sabtu (09/05/2026).

Menurut laporan yang beredar, suasana di stadion usai peluit panjang dibunyikan berubah mencekam. Oknum suporter yang kecewa dilaporkan mencoba menyerang wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev, bahkan berusaha melemparinya. Para pemain Adhyaksa FC yang hendak memasuki ruang ganti juga menjadi sasaran kekecewaan para suporter. Kericuhan tidak hanya berhenti di dalam lapangan, namun meluas hingga ke luar stadion. Beberapa kendaraan yang terparkir di sekitar stadion menjadi sasaran amuk massa, bahkan salah satunya adalah ambulans kepolisian yang ikut dibakar. Fasilitas stadion, seperti bangku cadangan pemain, juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Yunus Nusi menekankan bahwa insiden tersebut sangat disayangkan, terutama mengingat kondisi sepak bola Indonesia saat ini yang sedang diawasi ketat oleh FIFA. Ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. “Tentu dengan cinta akan sepak bola pasti kami yakin untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Stadion Lukas Enembe,” tutur Yunus Nusi. “Dan ini tentu juga menggores perjalanan sepak bola kita yang kita tahu bersama saat ini kita lagi sementara dimonitor, diawasi oleh FIFA. Dan PSSI berharap hal ini tidak akan terulang lagi,” tegasnya.

Kekalahan Persipura di kandang sendiri dalam perebutan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia memang menjadi pukulan telak bagi para pendukung setia ‘Mutiara Hitam’. Kegagalan ini menunda ambisi besar klub untuk kembali bersaing di Liga 1. Pelatih senior Rahmad Darmawan, yang memiliki ikatan emosional dengan Persipura, sebelumnya telah mengungkapkan tekadnya untuk membawa tim kebanggaan Papua itu kembali ke pentas tertinggi.

PSSI mengingatkan kepada seluruh elemen sepak bola, termasuk suporter, untuk senantiasa menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Sportivitas dan kedewasaan dalam menyikapi kekalahan adalah kunci untuk menjaga marwah sepak bola Indonesia. Kejadian di Stadion Lukas Enembe menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar insiden serupa tidak terulang dan merusak citra positif sepak bola nasional yang sedang berupaya bangkit dan mendapatkan kepercayaan dari federasi sepak bola dunia.

Related Post

Terbaru