AI Telah Memangkas Lebih Banyak Pekerjaan di AS pada 2026 Dibandingkan Sepanjang 2025

Author Image

Terbit

5 Juni 2026, 16:27 WIB

AI Telah Memangkas Lebih Banyak Pekerjaan di AS pada 2026 Dibandingkan Sepanjang 2025
AI Telah Memangkas Lebih Banyak Pekerjaan di AS pada 2026 Dibandingkan Sepanjang 2025

Presiden.co.id – 05 Juni 2026 | Fenomena AI Has Cut More US Jobs in 2026 Than in All of 2025 Already menjadi kenyataan pahit bagi pekerja Amerika. Data terbaru dari firma Challenger, Gray & Christmas menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (AI) telah menyebabkan lebih banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat pada paruh pertama 2026 dibandingkan total sepanjang tahun 2025. Hingga Mei 2026, AI telah disebut sebagai penyebab 87.714 PHK, melampaui angka 54.836 sepanjang 2025. Ini menegaskan bahwa AI Has Cut More US Jobs in 2026 Than in All of 2025 Already bukan sekadar prediksi, melainkan realitas yang sedang berlangsung.

Lonjakan PHK Akibat AI di Bulan Mei

Pada Mei 2026 saja, AI mendorong 38.579 PHK di AS, jumlah bulanan tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2023. Angka ini menjadikan AI sebagai penyebab utama PHK selama tiga bulan berturut-turut. Pangsa AI dalam total PHK bulanan melonjak dari 7% pada Januari menjadi 26% pada April, lalu mencapai 40% pada Mei. Dengan kata lain, AI Has Cut More US Jobs in 2026 Than in All of 2025 Already, dan tren ini semakin cepat.

Andy Challenger, chief revenue officer Challenger, Gray & Christmas, menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan mulai bertindak berdasarkan teknologi AI dan melakukan restrukturisasi. “AI belum menjadi kiamat pekerjaan seperti yang diprediksi beberapa pihak. Seperti spreadsheet dan email sebelumnya, teknologi ini pada akhirnya akan membuat pekerja lebih produktif, namun data kami menunjukkan perusahaan sudah mulai bertindak, menjadikan AI sebagai alasan PHK yang paling sering disebut. Pertanyaan terbukanya bukan apakah AI akan mengubah tenaga kerja,” ujarnya.

Perusahaan FinTech dan Bank Ikut Merumahkan Karyawan

Tekanan PHK akibat AI kini meluas melampaui perusahaan teknologi besar. Perusahaan financial technology (FinTech) mengumumkan 5.731 PHK pada Mei, dan sebagian besar menyebut AI dalam pengumuman mereka. Bank-bank besar juga melakukan restrukturisasi serupa. Standard Chartered berencana memangkas 7.800 pekerjaan back-office pada 2030 seiring dengan peningkatan otomatisasi. Fakta bahwa AI Has Cut More US Jobs in 2026 Than in All of 2025 Already menunjukkan bahwa dampak AI tidak lagi terbatas pada sektor teknologi, tetapi merambah ke sektor keuangan dan lainnya.

Total PHK di AS Menurun, Namun Peran AI Meningkat

Secara keseluruhan, total PHK yang diumumkan pada Mei mencapai 97.006, angka tertinggi untuk bulan Mei sejak 2020 dan peningkatan bulan ketiga berturut-turut. Sektor teknologi memimpin dengan 38.242 PHK dan tetap menjadi pemotong pekerjaan terbesar tahun ini. Namun, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025, total PHK pada 2026 justru menurun 43% (397.755 dibanding 696.309). Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya PHK massal di sektor federal. Meski demikian, porsi PHK yang disebabkan AI justru meningkat drastis, menegaskan kembali bahwa AI Has Cut More US Jobs in 2026 Than in All of 2025 Already.

Kesimpulan

Data dari Challenger, Gray & Christmas memberikan bukti kuat bahwa AI telah menjadi kekuatan dominan dalam PHK di AS pada 2026. Dengan 87.714 PHK terkait AI dalam lima bulan pertama, angka tersebut sudah melampaui total tahun 2025. Fenomena AI Has Cut More US Jobs in 2026 Than in All of 2025 Already mengindikasikan bahwa perusahaan di berbagai sektor semakin cepat mengadopsi AI untuk mengotomatisasi peran dan merestrukturisasi operasi. Meskipun AI diyakini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas, dampak jangka pendeknya terhadap tenaga kerja sudah terasa. Ke depannya, pekerja perlu beradaptasi dengan perubahan ini, sementara perusahaan dan pemerintah harus mempersiapkan strategi untuk mengurangi dampak negatifnya.

Related Post

Terbaru