Arthur Hayes Still Holds Worldcoin After the Market Crash: Will He Sell? Analisis Eksklusif

Author Image

Terbit

5 Juni 2026, 21:17 WIB

Arthur Hayes Still Holds Worldcoin After the Market Crash: Will He Sell? Analisis Eksklusif
Arthur Hayes Still Holds Worldcoin After the Market Crash: Will He Sell? Analisis Eksklusif

Arthur Hayes Masih Bertahan di Worldcoin Saat Pasar Jatuh

Presiden.co.id – 05 Juni 2026 | Pertanyaan yang menggema di kalangan trader kripto saat ini adalah: Arthur Hayes Still Holds Worldcoin After the Market Crash: Will He Sell? Pendiri BitMEX yang terkenal dengan prediksi tajamnya ini baru saja membuang tiga aset andalannya—HYPE, NEAR, dan ZEC—saat pasar mengalami koreksi tajam. Namun, satu aset yang tetap ia pegang adalah Worldcoin (WLD). Artikel ini akan mengupas tuntas alasan di balik keputusan Hayes dan data on-chain yang mendukungnya.

Latar Belakang: Keputusan Kontroversial Hayes

Pada 4 Juni 2026, Hayes mengumumkan melalui akun X-nya bahwa ia telah menjual seluruh posisi HYPE dan NEAR. Ia berjanji akan memberikan penjelasan lengkap dalam esai berjudul “Reality Test”. Alasan yang ia sebutkan meliputi kenaikan harga energi akibat perang Iran, gelombang IPO AI raksasa, dan prediksi bahwa mantan Presiden Trump akan bersikap anti-AI untuk memenangkan pemilu. Keesokan harinya, ia juga menjual ZEC setelah ditemukan bug kritis pada Orchard shielded pool Zcash. Ia menyatakan akan mengevaluasi ulang dan bisa membeli kembali jika harga turun lebih dalam.

Namun, yang menarik perhatian adalah pernyataannya: “Saya tetap memegang WLD melalui listing SpaceX minggu depan. Holding the $WLD through the listing next week.” Ini menunjukkan bahwa Hayes melihat Worldcoin sebagai proxy berisiko tinggi untuk gelombang IPO AI. Pertanyaan besarnya: Arthur Hayes Still Holds Worldcoin After the Market Crash: Will He Sell? Jawabannya mungkin terletak pada data on-chain.

Data On-Chain: Mengapa Hayes Bertahan?

Analisis data dari Nansen dan Santiment menunjukkan perbedaan mencolok antara aset yang dijual Hayes dengan Worldcoin. Untuk NEAR, paus perpetual berada dalam posisi net short yang besar, sementara arus masuk ke bursa menunjukkan distribusi. Indeks smart money NEAR telah menurun sejak awal Juni, sejalan dengan aksi jual Hayes. Hal serupa terjadi pada HYPE: paus Hyperliquid net short sekitar $53 juta, dan arus masuk bursa 2,5 kali di atas rata-rata, menandakan distribusi. ZEC memang sedikit berbeda—setelah bug Orchard, jumlah smart money turun 4% dalam 24 jam, tetapi paus justru meningkat 11%, menunjukkan pembelian oleh pemain besar.

Sebaliknya, Worldcoin menunjukkan pola sebaliknya. Di Hyperliquid, setiap kelompok—figur publik, paus, dan smart trader—berada dalam posisi long. Pasokan paus di luar bursa juga meningkat dari 9,61 miliar menjadi 9,63 miliar token, menandakan akumulasi kecil. Arus keluar bursa di atas rata-rata, sementara arus masuk dari dompet baru melonjak, mengindikasikan pembeli baru masuk. Semua ini mendukung keputusan Hayes untuk bertahan.

Dengan kata lain, Arthur Hayes Still Holds Worldcoin After the Market Crash: Will He Sell? Selama data on-chain masih menunjukkan optimism, kecil kemungkinan ia menjual.

Sinyal yang Harus Diwaspadai

Bagaimana jika Hayes berubah pikiran? Indikator kunci adalah pergerakan smart money WLD. Jika indeks smart money mulai menurun seperti yang terjadi pada NEAR dan HYPE di awal Juni, itu akan menjadi sinyal awal bahwa posisi yang dipegangnya mulai melemah. Hayes terbukti bergerak cepat saat tesisnya rusak—ia menjual ZEC hanya dalam sehari setelah bug Orchard. Jadi, selama smart money masih long, Hayes kemungkinan besar akan tetap bertahan.

Kesimpulannya, Arthur Hayes Still Holds Worldcoin After the Market Crash: Will He Sell? Jawabannya tergantung pada data on-chain. Selama paus dan smart trader masih optimis, Hayes akan terus memegang WLD. Namun, jika terjadi pembalikan arah, jangan heran jika ia segera keluar. Untuk saat ini, semua mata tertuju pada Worldcoin dan langkah Hayes selanjutnya.

Related Post

Terbaru