Presiden.co.id – 25 Juli 2026 | Big Tech Earnings Week is Over. Siapa Menang dan Siapa Kalah? Puncaknya adalah ketika sejumlah besar perusahaan teknologi besar mengumumkan hasil keuangan mereka, dan hasilnya sangat mengejutkan.
Beberapa perusahaan berhasil melawan arus pasar dan meningkatkan saham mereka, sementara yang lain terjebak dalam krisis keuangan. Intel dan ServiceNow adalah dua perusahaan yang berhasil melawan arus pasar dan meningkatkan saham mereka.
Intel, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, berhasil melawan arus pasar dengan mengumumkan hasil keuangan yang sangat baik. Perusahaan ini melaporkan pendapatan yang meningkat 25% menjadi $16,1 miliar, yang merupakan pertumbuhan tercepat dalam 15 tahun terakhir. Selain itu, Intel juga melaporkan laba operasional yang meningkat 100% menjadi $0,42 per saham.
Baca Juga
ServiceNow, perusahaan teknologi yang spesialis dalam solusi manajemen layanan, juga berhasil melawan arus pasar dengan mengumumkan hasil keuangan yang sangat baik. Perusahaan ini melaporkan pendapatan yang meningkat 24,5% menjadi $3,88 miliar, dan juga melaporkan laba operasional yang meningkat 20% menjadi $0,90 per saham.
Perusahaan lain yang berhasil melawan arus pasar adalah IBM, yang melaporkan pendapatan yang meningkat 3% menjadi $21,7 miliar. Namun, perusahaan ini masih terjebak dalam krisis keuangan dan sahamnya terus menurun.
Sementara itu, perusahaan seperti Tesla, Alphabet, dan SAP, masih terjebak dalam krisis keuangan dan saham mereka terus menurun. Tesla melaporkan pendapatan yang meningkat 25% menjadi $28,2 miliar, namun laba operasionalnya masih negative. Alphabet melaporkan pendapatan yang meningkat 24% menjadi $119,8 miliar, namun perusahaan ini juga melaporkan laba operasional yang negative.
SAP, perusahaan teknologi yang spesialis dalam solusi manajemen bisnis, melaporkan pendapatan yang meningkat 9% menjadi $9,88 miliar, namun laba operasionalnya masih negatif.
Jadi, siapa menang dan siapa kalah dalam Big Tech Earnings Week? Intel dan ServiceNow adalah dua perusahaan yang berhasil melawan arus pasar dan meningkatkan saham mereka. Sementara itu, perusahaan seperti Tesla, Alphabet, dan SAP, masih terjebak dalam krisis keuangan dan saham mereka terus menurun.
Artinya, pasar masih sangat tidak stabil dan perusahaan teknologi harus siap untuk menghadapi tantangan-tantangan yang akan datang. Namun, dengan perencanaan yang tepat dan strategi yang efektif, perusahaan-perusahaan ini dapat tetap kukuh dan meningkatkan saham mereka.
Siapa tahu, mungkin saja kita akan melihat perubahan besar dalam beberapa bulan mendatang. Sampai saat itu, mari kita lihat apa yang akan terjadi dengan perusahaan-perusahaan teknologi ini.




