Bitcoin Anjlok 50%: BloFin Research Ungkap Penurunan Ini Sudah Terjadwal, Bukan Gangguan

Author Image

Terbit

4 Juni 2026, 21:31 WIB

Bitcoin Anjlok 50%: BloFin Research Ungkap Penurunan Ini Sudah Terjadwal, Bukan Gangguan
Bitcoin Anjlok 50%: BloFin Research Ungkap Penurunan Ini Sudah Terjadwal, Bukan Gangguan

Presiden.co.id – 04 Juni 2026 | Laporan terbaru dari BloFin Research mengungkapkan bahwa penurunan tajam Bitcoin saat ini bukanlah sebuah anomali, melainkan bagian dari siklus empat tahun yang telah terprediksi. Dalam analisis bertajuk BloFin Research: Bitcoin’s Sharp Fall Is on Schedule, Not Off the Rails, peneliti menegaskan bahwa penurunan sekitar 50% dari puncak Oktober 2025 masih sejalan dengan pola historis, baik dari segi kedalaman, kemiringan, maupun waktu.

Pola Siklus Empat Tahun yang Konsisten

Sejak siklus perdagangan pertamanya, Bitcoin selalu bergerak dalam pola empat tahun. Puncak terjadi pada akhir 2013, akhir 2017, akhir 2021, dan akhir 2025. Titik terendah biasanya muncul sekitar 12 bulan kemudian: Januari 2015, Desember 2018, November 2022. Pola ini bertahan di tiga siklus penuh, terlepas dari narasi yang dominan—baik itu ritel di 2017, institusional di 2021, maupun ETF dan perusahaan treasury Bitcoin di 2025. Setiap siklus dipicu oleh halving yang menekan pasokan baru, dan diperkuat oleh permintaan reflektif: kenaikan harga menarik modal marjinal, modal marjinal mendorong harga lebih tinggi, leverage terbangun, dan akhirnya struktur runtuh. Proses pemulihan biasanya memakan waktu sekitar satu tahun.

Dalam analisisnya, BloFin Research menyoroti bahwa penurunan saat ini masih berada di tengah pola. Dengan penurunan 50%, angka ini lebih dangkal dibandingkan penurunan 77-85% pada siklus sebelumnya. Namun, jika diukur dari waktu yang telah berlalu (7 bulan sejak puncak), kemiringan penurunannya sangat mirip dengan siklus 2018 dan 2022. Pada titik yang sama di siklus sebelumnya, penurunan mencapai sekitar -65%, sementara saat ini baru -50%. Ini menunjukkan bahwa harga saat ini lebih dekat ke titik tengah daripada akhir penurunan.

Faktor Pemicu Penurunan

Ada beberapa faktor yang menjelaskan tekanan jual saat ini. Pertama, langkah Strategi (sebelumnya MicroStrategy) yang menjual 32 Bitcoin pada akhir Mei—pertama kalinya dalam empat tahun. Meskipun nilai penjualan hanya $2,5 juta dan tidak material, keputusan ini dianggap sebagai kesalahan besar karena justru memberi sinyal bahwa pemegang korporasi terbesar kini menjadi penjual, memicu aksi front-running di pasar.

Kedua, gelombang IPO raksasa dari SpaceX, OpenAI, dan Anthropic diperkirakan akan menarik lebih dari $240 miliar modal risiko dari pasar. IPO SpaceX yang akan listing di Nasdaq pada 12 Juni, misalnya, diperkirakan mengumpulkan $75 miliar. Hal ini menciptakan headwind likuiditas jangka pendek bagi Bitcoin karena dana dialihkan ke ekuitas baru. Namun, setelah periode lockup berakhir, karyawan dan investor yang kini likuid dapat mendaur ulang kekayaan ke aset berisiko tinggi seperti Bitcoin, menciptakan tailwind likuiditas.

Ketiga, arus keluar ETF spot Bitcoin pada Mei mencapai sekitar $2 miliar, sepuluh kali lipat dari arus keluar Februari sebesar $206 juta. Ini menunjukkan institusi melakukan derisking lebih cepat dari yang diperkirakan, sejalan dengan kalender IPO yang padat.

Implikasi ke Depan: Titik Terendah Q4 2026 Bertepatan dengan IPO

Setiap siklus sebelumnya mencapai titik terendah di kuartal keempat tahun setelah puncak. Dengan puncak Oktober 2025, titik terendah diperkirakan terjadi pada Q4 2026. Waktu ini bertepatan dengan jadwal IPO besar. SpaceX, misalnya, memiliki jadwal lockup 180 hari yang berakhir sekitar Desember 2026, persis pada jendela titik terendah Bitcoin. Hal ini menciptakan dua fase likuiditas: pertama, penyerapan modal oleh IPO yang menarik dana dari kripto; kedua, pelepasan likuiditas setelah lockup yang dapat mendorong aliran dana kembali ke Bitcoin.

Kesimpulannya, BloFin Research: Bitcoin’s Sharp Fall Is on Schedule, Not Off the Rails menegaskan bahwa penurunan saat ini adalah bagian dari siklus alami yang telah terjadi berulang kali. Meskipun ada faktor baru seperti ETF dan IPO raksasa, pola dasarnya tetap sama. Investor disarankan untuk tidak panik dan memahami bahwa siklus ini akan berakhir, dengan titik terendah diperkirakan pada Q4 2026 sebelum memasuki siklus bullish berikutnya.

Related Post

Terbaru