Presiden.co.id – 13 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, namun ancaman penipuan sudah mengintai para penggemar. Crypto Scammers Hit World Cup Fans as Tournament Gets Underway, demikian temuan terbaru dari perusahaan intelijen blockchain TRM Labs. Mereka mengidentifikasi empat alamat cryptocurrency yang terkait dengan skema penipuan langsung, termasuk situs tiket palsu dan skema taruhan pertandingan yang diatur. Meskipun total dana yang masuk ke dompet-dompet tersebut masih di bawah $1.700, TRM Labs memperingatkan bahwa volume dan frekuensi penipuan bisa meningkat seiring berlangsungnya turnamen.
Mengapa Piala Dunia Menjadi Ladang Empuk bagi Penipu?
Acara olahraga besar seperti Piala Dunia menciptakan lonjakan permintaan yang terkonsentrasi untuk tiket, perjalanan, dan merchandise. Penipu memanfaatkan momentum ini dengan membangun infrastruktur palsu berminggu-minggu sebelumnya, lalu mempromosikannya secara agresif menjelang kickoff. Menurut penelitian TRM, skala turnamen ini sangat besar: studi FIFA-WTO memperkirakan Piala Dunia 2026 akan menarik 6,5 juta pengunjung dan menambah hingga $40,9 miliar pada PDB global. Jumlah ini memberikan lahan subur bagi para penipu untuk mencari korban.
Peringatan dini telah disuarakan oleh berbagai pihak. FBI pada Mei lalu sudah memperingatkan tentang situs FIFA palsu yang dirancang untuk mencuri data pribadi dan menjual tiket palsu. Better Business Bureau (BBB) juga ikut menggemakan alarm tersebut. Angela Dennis, CEO BBB Central Ontario, menjelaskan mengapa permintaan massal menarik perhatian penipu: “Ketika ada volume besar dan permintaan tinggi, itulah saat para penipu menjadi sangat bersemangat karena orang-orang mudah tertipu oleh informasi yang mereka kirim, baik itu email phishing atau teks, yang mengarahkan ke situs palsu dan memberikan informasi pribadi atau detail pembayaran.”
Baca Juga
Jenis-Jenis Penipuan On-Chain yang Teridentifikasi
TRM Labs mengidentifikasi beberapa jenis penipuan on-chain, terutama yang berkaitan dengan tiket palsu dan taruhan pertandingan yang diatur. Situs tiket palsu menyamar sebagai penjual resmi, menampilkan pertandingan yang paling diminati, dan meminta pembayaran dalam bentuk cryptocurrency. Salah satu dompet Polygon (POL) berhasil mengumpulkan sekitar $1.562, hampir semuanya pada 1 April. Operasi kedua, yang terkait dengan alamat Bitcoin (BTC), masih memiliki halaman phishing yang aktif namun belum menerima pembayaran.
Skema taruhan pertandingan yang diatur meminta biaya di muka untuk informasi hasil pertandingan yang diklaim sebagai informasi orang dalam. TRM mengaitkan satu skema dengan dompet Bitcoin yang mengumpulkan sejumlah kecil uang antara Januari dan Mei 2026, kemudian mengirimkannya ke rekening kustodian. Crypto Scammers Hit World Cup Fans as Tournament Gets Underway juga melalui token. Koin bernama $WORLDCUP diperdagangkan di bursa LBank, dipasarkan sebagai proyek peringatan buatan penggemar tanpa afiliasi dengan FIFA. Pemegang koin ini menghadapi risiko kerugian likuiditas rendah yang umum terjadi pada meme coin ketika penerbitnya keluar.
“Jumlah yang terlibat dalam kasus-kasus ini masih kecil, namun pergerakan dana mengikuti pola yang biasa terlihat dalam penipuan kripto konsumen,” bunyi laporan TRM. Penipu juga menggunakan jembatan (bridges) untuk memindahkan hasil penipuan dan mempersulit pelacakan. Secara keseluruhan, sekitar $1,9 miliar dana hasil penipuan telah melewati jembatan. TRM memperkirakan akan muncul lebih banyak tipologi penipuan seiring berjalannya turnamen, termasuk tawaran judi, deepfake yang meniru tokoh FIFA, dan situs streaming palsu.
Kesimpulan: Waspada dan Verifikasi Sebelum Bertransaksi
Fenomena Crypto Scammers Hit World Cup Fans as Tournament Gets Underway menunjukkan bahwa ancaman siber tidak boleh dianggap remeh. Meskipun jumlah kerugian saat ini masih kecil, potensi eskalasi sangat nyata. Penggemar yang ingin menonton Piala Dunia 2026 harus selalu waspada terhadap tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, verifikasi keaslian situs penjual tiket, dan hindari mentransfer cryptocurrency ke alamat yang tidak dikenal. Detektif Constable Cimermancic dari Unit Penipuan Komersial Kepolisian Regional Waterloo mengingatkan, “Jika sebuah tawaran tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar memang begitu.”




