Ketakutan dan Harapan: Warga AS Khawatir AI Ambil Alih Pekerjaan, Namun Berharap Bisa Sembuhkan Kanker

Author Image

Terbit

14 Juni 2026, 10:42 WIB

Ketakutan dan Harapan: Warga AS Khawatir AI Ambil Alih Pekerjaan, Namun Berharap Bisa Sembuhkan Kanker
Ketakutan dan Harapan: Warga AS Khawatir AI Ambil Alih Pekerjaan, Namun Berharap Bisa Sembuhkan Kanker

Presiden.co.id – 14 Juni 2026 | Jakarta – Ketakutan akan hilangnya pekerjaan akibat kecerdasan buatan (AI) dan harapan bahwa teknologi ini dapat menyembuhkan penyakit seperti kanker menjadi dua sisi mata uang yang kontras dalam benak warga Amerika Serikat. Hal ini terungkap dalam survei besar-besaran yang dilakukan oleh Anthropic terhadap hampir 52.000 responden. Tema Americans Fear AI Will Take Their Jobs, But Hope It Can Cure Cancer menjadi sorotan utama, mencerminkan dilema publik terhadap perkembangan AI.

Kekhawatiran Nomor Satu: Kehilangan Pekerjaan

Dalam survei bertajuk Public Record yang dirilis pada akhir 2025, sebanyak 64% responden menempatkan kehilangan pekerjaan sebagai ketakutan terbesar terkait AI. Angka ini konsisten di seluruh negara bagian, mulai dari 71% di Iowa hingga 57% di Mississippi. Menariknya, kekhawatiran ini lebih tinggi di kalangan pemilih Demokrat (67%) dibandingkan Republikan (62%).

Survei juga menemukan bahwa warga dengan gelar pascasarjana hampir 10 poin persentase lebih khawatir dibandingkan mereka yang hanya berpendidikan SMA atau kurang. Namun, ironisnya, mereka yang setiap hari menggunakan AI di tempat kerja justru lebih sedikit khawatir — hanya 54% dibandingkan 70% yang tidak menggunakan AI sama sekali.

Kekhawatiran lain yang menonjol adalah ketergantungan kognitif (56%) dan misinformasi (52%). Kepercayaan terhadap perusahaan AI pun sangat rendah: hanya 15% responden yang percaya perusahaan AI dapat mengarahkan teknologi ini dengan baik, jauh di bawah kepercayaan terhadap pemerintah federal (20%) atau pakar independen (43%).

Data Nyata: PHK Massal Akibat AI

Ketakutan ini bukan isapan jempol belaka. Data dari BeInCrypto menunjukkan bahwa pada Mei 2025, AI menjadi penyebab 38.579 pemutusan hubungan kerja (PHK) di AS, atau sekitar 40% dari total PHK bulan itu. Hingga tahun 2026, perusahaan telah mengaitkan 87.714 PHK dengan AI — angka yang sudah melampaui total 54.836 PHK akibat AI sepanjang tahun 2025.

Tekanan ini bahkan sampai ke Washington. Senator Elizabeth Warren dan Bernie Sanders mendesak Kongres untuk segera melindungi para pekerja. Namun, tidak semua sepakat. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, justru menolak narasi kehilangan pekerjaan. Ia memprediksi AI justru akan menciptakan kelangkaan tenaga kerja. Bezos menyebutkan bahwa banyak rumah tangga dengan dua pencari nafkah mungkin akan beralih menjadi satu pencari nafkah karena salah satu pasangan memilih keluar dari pasar kerja.

Harapan Besar: Menyembuhkan Kanker

Di sisi lain, survei menunjukkan bahwa 48% responden menempatkan penyembuhan penyakit seperti kanker atau Alzheimer dalam tiga besar harapan mereka terhadap AI. Membantu penyandang disabilitas menempati posisi kedua dengan 36%. Optimisme ini menunjukkan bahwa publik melihat potensi besar AI di bidang medis.

Meski begitu, dukungan terhadap pengawasan tetap tinggi. Sebanyak 71% responden menginginkan keterlibatan pemerintah dalam pengembangan AI, dengan rincian 79% Demokrat dan 68% Republikan. Untuk memastikan AI tetap bermanfaat bagi kemanusiaan, 47% mendukung perusahaan bertanggung jawab secara hukum atas kerugian yang ditimbulkan, sementara 44% menginginkan keselamatan diutamakan di atas pertumbuhan.

Kesimpulan

Survei ini menggambarkan dilema yang dihadapi masyarakat AS: di satu sisi, mereka takut AI akan mengambil alih pekerjaan dan mengganggu stabilitas ekonomi; di sisi lain, mereka berharap AI dapat membawa terobosan medis yang menyelamatkan jiwa. Kepercayaan yang rendah terhadap perusahaan AI dan tingginya dukungan untuk regulasi menunjukkan bahwa publik menginginkan arah pengembangan yang lebih bertanggung jawab. Anthropic berencana melanjutkan survei ini secara berkala seiring semakin dalamnya adopsi AI. Tema Americans Fear AI Will Take Their Jobs, But Hope It Can Cure Cancer kemungkinan akan terus menjadi perdebatan hangat di tahun-tahun mendatang.

Related Post

Terbaru