Rekor Terburuk: Bitcoin ETF Alami Arus Keluar 13 Hari Berturut-turut, $4,3 Miliar Menguap

Author Image

Terbit

5 Juni 2026, 11:34 WIB

Rekor Terburuk: Bitcoin ETF Alami Arus Keluar 13 Hari Berturut-turut, $4,3 Miliar Menguap
Rekor Terburuk: Bitcoin ETF Alami Arus Keluar 13 Hari Berturut-turut, $4,3 Miliar Menguap

Presiden.co.id – 05 Juni 2026 | Pasar kripto kembali diguncang oleh aksi jual besar-besaran. Data terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin ETF Outflows Hit 13-Day Streak as $4.3 Billion Exits the Funds, menandai periode arus keluar terpanjang sejak produk tersebut diluncurkan pada awal 2024. Fenomena ini menjadi sorotan utama para investor dan analis, mengingat besarnya nilai yang keluar dari produk keuangan ini.

Rekor Arus Keluar Bitcoin ETF

Menurut laporan Galaxy Research, sejak 15 Mei hingga 3 Juni, dana yang keluar dari spot Bitcoin ETF mencapai $4,33 miliar atau setara dengan 59.351 BTC. Angka ini menjadi rekor baru dalam sejarah perdagangan ETF Bitcoin. Bahkan, jika dilihat dalam jangka waktu 20 hari, total arus keluar mencapai $5,42 miliar dan 73.080 BTC, menjadikannya yang terberat dalam sejarah. Sementara itu, dalam 7 hari dan 10 hari terakhir, rekor arus keluar Bitcoin juga tercatat masing-masing sebesar 39.338 BTC dan 42.941 BTC.

Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi sentimen pasar kripto yang sebelumnya sempat pulih. Bitcoin ETF Outflows Hit 13-Day Streak as $4.3 Billion Exits the Funds tidak hanya menekan harga Bitcoin, tetapi juga memicu aksi jual di aset kripto lainnya. Ethereum ETF juga mencatat arus keluar selama 17 hari berturut-turut, terpanjang dalam sejarahnya.

Dampak pada Pasar Kripto

Analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, mengatakan bahwa arus keluar sekitar $4,4 miliar dalam sebulan terakhir telah mendorong aliran dana year-to-date kembali ke wilayah negatif. Meskipun demikian, ia mencatat bahwa beberapa produk seperti BlackRock IBIT masih mencatatkan aliran positif year-to-date. Total aliran masuk bersih sepanjang masa masih berada di sekitar $55 miliar, hanya kurang dari $10 miliar di bawah rekor tertinggi. “Tidak buruk sama sekali untuk penurunan dan sentimen negatif seperti ini. Emas dulu juga mengalami hal serupa beberapa tahun setelah GLD diluncurkan, dan 40% asetnya keluar. Pemegang di sini jauh lebih kuat,” ujarnya.

Namun, tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum ETF juga mencatat arus keluar 17 hari berturut-turut, sementara produk-produk baru seperti Hyperliquid (HYPE) masih menarik aliran masuk sejak debutnya pada pertengahan Mei. Sebaliknya, BNB ETF yang baru diluncurkan hanya mencatat satu hari positif. Produk XRP dan Solana menunjukkan arus masuk dan keluar yang tidak menentu, dengan beberapa sesi datar.

Korelasi dengan Sentimen Pasar Global

Rekor arus keluar yang terjadi secara bersamaan pada dua ETF kripto terbesar menunjukkan adanya pergeseran risk-off yang luas di kalangan investor. Ketidakpastian makroekonomi global, kekhawatiran akan kenaikan suku bunga, dan regulasi yang belum jelas menjadi faktor pemicu utama. Bitcoin ETF Outflows Hit 13-Day Streak as $4.3 Billion Exits the Funds menjadi cerminan dari sikap hati-hati investor institusional terhadap aset berisiko tinggi.

Para analis kini menanti apakah arus keluar akan berlanjut pada bulan Juni atau mulai stabil. Hal ini akan menjadi indikator penting seberapa kuat keyakinan institusional terhadap kripto dalam jangka panjang. Jika arus keluar terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga Bitcoin akan tertekan lebih dalam.

Kesimpulan

Fenomena Bitcoin ETF Outflows Hit 13-Day Streak as $4.3 Billion Exits the Funds menandai periode sulit bagi pasar kripto. Arus keluar yang berkepanjangan ini menunjukkan bahwa investor institusional sedang dalam mode menghindari risiko. Meskipun beberapa produk masih bertahan, secara umum sentimen pasar masih negatif. Ke depan, stabilitas arus dana akan menjadi kunci untuk menentukan arah pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Related Post

Terbaru