Presiden.co.id – 17 Juni 2026 | SpaceX Stock Faces Tesla-Style Crash Fears as $3 Trillion Valuation Sparks Debate di kalangan investor global. Debut saham SpaceX di Nasdaq pada 12 Juni 2026 mencatat rekor sebagai IPO terbesar dalam sejarah, melampaui Saudi Aramco. Dengan harga penawaran $135 per saham, perusahaan antariksa milik Elon Musk ini berhasil menggalang dana sekitar $75 miliar. Namun, euforia itu kini diiringi kekhawatiran akan terjadinya koreksi tajam, mengingat valuasi yang melonjak hingga $3 triliun dalam perdagangan after-hours.
Perbandingan dengan Tesla dan Kekhawatiran Crash
SpaceX Stock Faces Tesla-Style Crash Fears as $3 Trillion Valuation Sparks Debate, terutama karena pola pergerakan harga yang mirip dengan saham Tesla saat IPO pada 2010. Analis Ted Pillows menulis, “SpaceX mengikuti rute Tesla: pump awal 60-70% diikuti crash brutal 50%.” Catatan historis menunjukkan Tesla ditutup 40,5% di atas harga IPO pada hari pertama, lalu sempat berlipat ganda dalam beberapa bulan sebelum kehilangan seperempat nilainya. Namun, tidak ada penurunan 70% tunggal seperti yang dikhawatirkan beberapa pihak. Meski begitu, valuasi SpaceX yang mencapai 90 kali pendapatan 2026 memicu kekhawatiran akan gelembung.
Sentimen Pasar dan Proyeksi ke Depan
SpaceX Stock Faces Tesla-Style Crash Fears as $3 Trillion Valuation Sparks Debate di media sosial dan forum investasi. Investor Jo Bhakdi memperkirakan tekanan jual akan dimulai pada Agustus, saat periode lock-up berakhir. Ia menyoroti float yang tipis, pembelian indeks secara paksa, dan valuasi yang tidak masuk akal. CNBC’s Jim Cramer juga mengungkapkan ketidaknyamanannya, menyebut saham SpaceX telah menjadi “meme stock” yang didorong oleh sentimen, bukan fundamental. “Saya tidak suka melihat saham SpaceX berjalan seperti meme stock menuju ukuran Nvidia tanpa penjual,” ujarnya.
Baca Juga
Namun, tidak semua pihak pesimis. Penasihat investasi Thierry Borgeat berpendapat bahwa kelangkaan saham justru melindungi harga. “Ya, saham ini mahal menurut ukuran tradisional. Tapi harga tidak jatuh hanya karena seharusnya jatuh. Harga jatuh ketika penjual melebihi pembeli. Kelangkaan bekerja dua arah,” katanya. Permintaan memang tinggi; jumlah ETF yang memegang SPCX melonjak dari 4 menjadi sekitar 120 dalam hitungan hari. Dengan insider yang terkunci dan investor ritel enggan menjual, pembeli masih lebih banyak daripada penjual.
Kesimpulan
SpaceX Stock Faces Tesla-Style Crash Fears as $3 Trillion Valuation Sparks Debate masih akan terus bergulir. Ujian sesungguhnya akan terjadi pada Agustus, ketika lock-up awal berakhir dan pasokan saham bertambah. Hingga saat itu, pergerakan harga SpaceX akan lebih ditentukan oleh sentimen dan kelangkaan daripada fundamental. Investor disarankan untuk berhati-hati dan tidak terjebak dalam euforia jangka pendek.




